Pegawai Sarolangun Banyak Tak Disiplin

Razia PNS di Sarolangun

SAROLANGUN — Disiplin PNS dan honorer Pemkab Sarolangun saat jam dinas masih rendah. Terbukti, Satpol PP dan Badan Kepegawaian Pendidikan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sarolangun masih menemukan mereka keluar kantor pada jam kerja.

Saat razia Selasa lalu, puluhan PNS dan honorer terjaring. Mereka sengaja keluar kantor pada jam dinas, tanpa surat izin dan sepengetahuan kepala instansinya. Mirisnya, dari puluhan yang terjaring, lebih dominan para PNS dibanding honorer.

Tak kurang dari 70 PNS, termasuk honorer, keluar tanpa menggunakan surat izin. Mereka harus mengisi surat tilang, yang nantinya diserahkan Satpol PP ke BKPSDM.

“Kewenangan menindaklanjuti PNS dan honorer yang keluar tanpa izin adalah BKPSDM. Kami hanya melaksanakan razia saja,” kata Ibrahim, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Sarolangun.

Menurut Ibrahim, razia penertiban PNS digelar setiap tahun. Bahkan dalam setahun sampai tiga kali. Dia berharap PNS maupun honorer Sarolangun tidak keluar masuk kantor saat jam dinas, kecuali pegawai lapangan, seperti PPL.

“Dominan PNS yang banyak keluar masuk. Alasannya bervariasi, seperti jemput anak sekolah, potocopy surat dan bayar pajak. Mereka yang terjaring diminta mengisi blanko, seperti nama, alasan keluar dan instansi apa,” jelas Ibrahim.

Setelah blanko diisi, petugas Satpol PP menyerahkannya ke BKPSDM dan instansi tempat mereka bekerja. Hal ini diharapkan memberi efek jera agar tidak mengulangi kegiatan di luar jam kerja.

Terakhir razia dilakukan Desember 2016. Saat itu puluhan PNS dan honorer terjaring. Tujuan razia ini agar aparatur sipil negara menyadari tugasnya melayani masyarakat.

Ibrahim mengimbau seluruh PNS dan honorer Pemkab Sarolangun jika keluar kantor saat jam dinas pakai surat izin. Kalau tidak begitu perlu, tidak usah keluar. Kurangi keluar masuk kantor pada jam dinas. (infojambi.com)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Birokrasi

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.