Selasa, 23 Oktober 2018 | 21:11

Rantau Gedang dan Tanjung Gagak Terisolir, Hilal Perintahkan Pakai Dana Darurat

Laporan Rudy Ichwan

Hilalatil Badri meninjau jalan yang putus.

INFOJAMBI.COM — Pasca putusnya jalan penghubung antara Desa Rantau Gedang dan Tanjung Gagak, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, menimbulkan keprihatinan Pemkab Sarolangun.

Jalan itu putus akibat rubuhnya box jalan poros. Sebuah rumah warga di dataran tinggi alias bukit, tak jauh dari box tersebut, terancam ambruk.

Bukan hanya itu, jalan poros dari arah Pulau Buayo menuju Rantau Gedang, terdeteksi ada tiga titik jalan yang rawan longsor. Jalan poros tersebut berada di pinggir Sungai Batang Tembesi.

Setiap hari, jalan tersebut terkikis oleh air sungai. Bahkan, sebuah jembatan gantung di Desa Rantau Gedang saat ini tidak berfungsi, karena rusak berat.

Wakil Bupati Sarolangun, H Hillalatil Badri, menyatakan pemerintah secepatnya membangun box jalan poros yang rubuh. Dengan begitu akses kendaraan yang sempat lumpuh menuju Desa Muara Lati dan Tanjung Gagak bisa kembali normal.

“Untuk rumah warga yang terancam ambruk, saya minta penghuninya waspada. Apalagi saat ini kondisi cuaca sedang musim penghujan, sehingga erosi sangat cepat menghantam tebing,” kata Hilal.

Hilal mengungkapkan, Pemkab Sarolangun bersama TNI, Polri dan warga Rantau Gedang sudah melakukan perbaikan, namun hanya bisa dilalui sepeda motor.

Rencananya dalam waktu dekat box yang rubuh segera dibangun. Hilal sudah memerintahkan agar dana tanggap darurat dari APBD Sarolangun dipakai untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Saya sudah intsruksikan OPD terkait agar merespon positif terhadap pembangunan box itu menggunakan dana tanggap darurat,” ujar Hilal.

Sementara itu, jembatan gantung yang rusak parah juga akan segera ditangani oleh Pemkab Sarolangun. “Jembatan gantung di Rantau Gedang akan dibangun tahun 2019. Akhir tahun ini perencanaannya sudah selesai,” katanya.

Soal tiga titik jalan yang rawan longsor, karena berada di pinggir sungai, menurut Hilal tetap menjadi perhatian pemkab. Namun diupayakan koordnasi dengan Pemprov Jambi.

“Kita upayakan koordinasi dengan pemprov dan pusat untuk dana pembangunan tiga titik jalan yang rawan longsor. Mudah-mudahan mereka merespon positif,” papar Hilal.

Warga Desa Rantau Gedang, Zul mengatakan, warga desanya sudah berulang kali mengajukan pembangunan box dan jembatan gantung, tapi selalu kandas di musrenbang kabupaten.

“Kami menilai pembangunan box yang diajukan adalah prioritas, termasuk jembatan gantung yang tidak berfungsi. Tapo apa daya, semua itu merupakan kebijakan pemerintah,” tandas Zul. ***

 


Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.