Rabu, 28 Juni 2017 | 19:17

Rapat Bersama Presiden Jokowi, Ini Dibicarakan Zola…

Gubernur Jambi (batik merah) seusai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi || foto : ist

JAKARTA — Bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Kamis (20/4) sore, dalam acara rapat terbatas evaluasi proyek strategis nasional dan program prioritas lainnya, Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli menyampaikan beberapa progres (kemajuan) program strategis nasional di Provinsi Jambi.

Selain itu, dihadapan orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut, Zola juga menyampaikan beberapa usulan program prioritas yang sangat dibutuhkan Provinsi Jambi. Rapat terbatas dihadiri Wakil Presiden H. Jusuf Kalla dan para jajaran menteri.

Usai rapat, Zola menyampaikan, berkenaan dengan proyek prioritas nasional yang dilaksanakan hingga 2017 di Jambi, diprioritaskan pada pembangunan railways (rel kereta api) Sumatera, khususnya trase kereta api Jambi – Pekanbaru dan trase Jambi – Palembang.

“Dalam pelaksanaan pembangunan trase kereta api, selama dua tahun terakhir Jambi terus berkoordinasi dan bersinergi, baik dari sisi perencanaan maupun komitmen daerah, untuk memfasilitasi upaya percepatan pembangunan,” ujar Zola.

Dalam pelaksanaannya, pada awal rencana menetapkan trase daerah sangat dipengaruhi oleh wilayah yang akan dilalui jalur kereta api. Pemprov Jambi bersama tim Kementerian Perhubungan melakukan survei bersama dan mengkaji dari aspek yuridis, biofisik dan ekonomi serta sosial budaya.

“Kami juga akan memfasilitasi percepatan melalui pendampingan dalam bentuk sosialisasi ke masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak rencana jalur kereta api di Provinsi Jambi tahun 2017. Untuk kereta api ini, kalau tidak ada halangan tahun 2018 sudah mulai dilakukan di Jambi,” kata Zola.

Menurut Zola, sesuai kebutuhan daerah, Pemprov Jambi juga mengusulkan beberapa prioritas yang menjadi fokus pembangunan yang menjadi pencapaian target kinerja daerah, untuk mendukung visi dan misi RPJMD Provinsi Jambi 2016-2021, yang disinergikan dengan kebijakan nasional dalam rangka mendukung percepatan pembangunan nasional, khususnya di Provinsi Jambi.

Adapun usulan prioritas pertama, mengharapkan pembangunan jalan tol Palembang – Jambi – Pekanbaru sebagai bagian dari konektivitas pembangunan jalan tol Sumatera. Hal ini merupakan suatu bentuk dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Jambi yang berimplikasi terhadap pembangunan di Pulau Sumatera.

“Ini sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya industri hilir di Provinsi Jambi, yang sampai saat ini belum memiliki industri besar. Untuk tol ini juga sudah disampaikan ke Menteri PUPR,” terang Zola.

Prioritas kedua, yang diusulkan adalah penguatan infrastruktur pada Pelabuhan Muara Sabak, sebagai salah satu pelabuhan pengumpul untuk mendukung simpul transportasi terkait pembangunan tol laut.

“Kami berharap peningkatan ruas jalan nasional sepanjang 68 kilometer dari Jembatan Batanghari II – Zona V – Muara Sabak jadi prioritas pembangunan 2018. Hal lain yang perlu dukungan pemerintah pusat dalam operasionalisasi Pelabuhan Muara Sabak, adalah pengerukan alur Sungai Batanghari menuju ambang luar (laut lepas) sepanjang 12 mil,” tutur gubernur.

Zola menjelaskan, prioriotas ketiga Provinsi Jambi yang menjadi fokus, adalah penguatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci Seblat. Pemprov Jambi membutuhkan keterpaduan program lintas sektor, antara lain pengembangan dan peningkatan status Bandara Depati Parbo yang sebelumnya merupakan bandara skala kecil menjadi bandara sekunder. Kemudian pelebaran ruas jalan nasional Batas Kerinci – Sungai Penuh – Tapan/Batas Sumatera Barat.

Selanjutnya permohonan dukungan terhadap KSPN Kerinci Seblat menjadi prioritas destinasi wisata skala nasional serta permohonan izin survei dalam penyusunan feasibility study (studi kelayakan) dan detail enginering design pembangunan jalur evakuasi bencana.

“Kepada Presiden, saya juga menginformasikan bahwa Provinsi Jambi memiliki dua kabupaten/kota yang dikelilingi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), selain itu juga memiliki Gunung Kerinci yang merupakan gunung aktif dimana kondisi pemukiman penduduk berada pada jarak radius lebih kurang 5 kilometer dari pusat aktivitas masyarakat dengan kepadatan tinggi. Saat ini jalan satu-satunya yang menjadi jalur evakuasi ke luar wilayah adalah ruas jalan nasional. Di sisi lain, kami juga mendorong perwujudan kebijakan nasional dengan menjadikan wilayah tersebut dalam kawasan strategis pariwisata nasional namun belum termasuk dalam prioritas 10 destinasi pariwisata nasional yang telah ditetapkan sebelumnya,” urai Zola.

Zola mengungkapkan, jika diperkenankan, sangat berharap ini menjadi salah satu prioritas destinasi untuk tahun 2018 dengan keterpaduan program lintas sektor dan menjadi ikon Provinsi Jambi skala nasional dan internasional. Juga, jika dimungkinkan didorong menjadi event yang terintegrasi dengan Tour De Singkarak – Kerinci kedepannya, sehingga kita bisa memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi. Kerinci ini juga dekat dengan Geopark yang ada di Kabupaten Merangin, dan itu hanya 3 jam perjalanan dengan mobil. Jadi sebetulnya Kerinci ini adalah posisi paling strategis untuk meng-connect semuanya,” pungkas gubernur. (infojambi.com)

Laporan : Zainal Mahyudi

 

Kategori Provinsi

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.