Senin, 18 Desember 2017 | 04:17

Ratusan Bidan PTT Protes

Bidan dan dokter PTT protes

SAROLANGUN – Ratusan Bidan PTT yang diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beberapa waktu lalu melakukan aksi, Senin (19/6). Mereka mendatangi kantor BKPSDM Sarolangun.

Para bida PTT ini juga datang ke rumah Ketua Komisi III DPRD Sarolangun, mengadukan nasibnya soal SK CPNS. Karena belum puas, ratusan bidan itu kembali menggelar aksi di Kantor Bupati Sarolangun.

“Kami dari Forum Bidan PTT Sarolangun datang ke kantor bupati ini ingin mempertanyakan kapan SK kami keluar. Mengapa Sarolangun sangat lama keluar NIP-nya, di kabupaten lain sudah terima,” kata seorang bidan PTT.

Selain itu, puluhan Bidan PTT tersebut mempertanyakan kapan diberikan gaji. Sudah empat bulan 138 bidan dan dokter PTT yang diangkat CPNS belum terima gaji.

“Sudah empat bulan kami tidak terima gaji. Kami ingin ada kejelasan, sebenarnya kami ini PNS atau PTT. Sekarang sudah dekat lebaran, bagaiamana nasib kami yang mau merayakan lebaran ini,” papar mereka.

Sekda Sarolangun, Thabroni Rozali, didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kabid Mutasi, Debi Gusmahardi, akan memperjuangkan keluarnya SK CPNS dalam waktu dekat.

“Menurut informasi dari BKN Palembang, NIP CPNS sudah keluar secara online, dalam waktu dekat kami jemput secara fisik ke Palembang, agar bisa dicetak,” kata Sudirman, Kepala BKPSDM Sarolangun.

Untuk penerbitan SK CPNS, BKPSDM menargetkan memberikannya pada tanggal 4-5 Juli mendatang. Proses selanjutnya setelah NIP dijemput dari BKN Palembang akan dicek kembali untuk pembuatan SK dari Bupati Sarolangun.

“Jika SK diterbitkan sebelum tanggal 10 Juli, bidan dan dokter PTT akan menerima gaji awal Juli mendatang. Namun jika lewat dari tanggal 10 Juli, gaji akan diberikan awal Agustus,” ungkap Sudirman.

Sekda Sarolangun, Thabroni Rozali, menambahkan, akan memperjuangkan gaji para bidan dan dokter PTT dalam waktu dekat, mengingat mereka sudah lama belum terima gaji.

“Kami lihat Surat Pernyataan Pelaksanaan Tugas (SPPT) dulu, baru tahu kapan gaji diberikan,” terang Rozal.

Sementara itu, untuk gaji 13 dan 14 yang juga dipertanyakan para bidan dan dokter PTT, Thabroni akan memperjuangkannya. “Kalau masalah dapat gaji 13 dan 14, nanti ditanya dulu ke bagian keuangan. Intinya akan kita perjuangkan agar bisa dapat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pihak BKPSDM Sarolangun akan berangkat bersama dua bidan PTT yang diangkat sebagai CPNS ke BKN Palembang, untuk mengambil NIP CPNS, Selasa (20/6). (infojambi.com)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.