Ratusan DPT Ganda, Meninggal Dunia Masih Terdaftar

Laporan Tim Liputan

INFOJAMBI.COM — Ratusan warga di Perumahan Aurduri, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi menerima surat undangan ganda, untuk pencoblosan pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Jambi periode 2018 – 2023.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda ini didapati di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), yakni TPS 11 dan TPS 20. Dua TPS ini didirikan di tanah lapang RT 30, Blok C, Perumahan Aurduri.

Di TPS 11, terdapat 476 mata pilih, terdiri dari 240 mata pilih laki-laki dan 236 mata pilih perempuan. Sementara di TPS 20, tercatat ada 623 mata pilih, meliputi 313 mata pilih laki-laki dan 310 mata pilih perempuan.

Selain undangan ganda, juga ditemukan nama warga yang pindah alamat masuk dalam dpt. Bahkan nama warga yang sudah meninggal dunia pun masih tertulis di DPT.

Temuan ini diakui oleh Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 11, Subandriyo. Di TPS 11 ditemukan 20 DPT ganda dan tiga orang yang meninggal dunia masih terdaftar di DPT.

DPT ganda diperkirakan terjadi karena data hasil pencocokan dan penelitian (coklit) masih menggunakan data lama. Bisa jadi data yang dipakai data pemilihan gubernur, atau pemilihan walikota sebelumnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya dua kali memilih akibat DPT ganda, petugas KPPS di TPS 11 terpaksa kerja ekstra. Petugas menarik kembali salah satu DPT yang sudah terlanjur diterima para pemilih. Ini dilakukan pada hari pencoblosan.

Menurut Subandriyo, kedepannya pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus lebih cermat dan teliti lagi, terutama pada tahap coklit. Coklit harus benar-benar disesuaikan dengan data yang diperoleh di lapangan.

Subandriyo minta pihak KPU menindaklanjuti hasil coklit, sesuai dengan coklit yang sudah dilakukan petugas coklit di lapangan. Hal ini untuk menghindari warga tidak bisa memilih, akibat data yang tidak valid.

Hal serupa juga terjadi di TPS 20 Perumahan Aurduri. DPT ganda yang ditemukan bahkan lebih banyak, mencapai 89 mata pilih. Sementara, dua orang yang telah meninggal dunia, juga masuk dalam DPT.

Ketua KPPS TPS 20 Perumahan Aurduri, Milu Karyawadi menghimbau pihak KPU untuk kedepannya lebih teliti dalam menindaklanjuti hasil pendataan petugas coklit. Dia berharap kejadian ini tidak terulang lagi.

Meski terdapat DPT ganda, pencoblosan di dua TPS Perumahan Aurduri berjalan aman dan damai. Warga empat RT di perumahan ini antusias menyalurkan hak suaranya. Sejak pagi hari, warga sudah berduyun-duyun menuju TPS.

Para pemilih dengan sabar menunggu giliran mencoblos. Beberapa ibu rumah tangga rela membawa anak-anaknya, bahkan menggendong bayi ke TPS. Selain itu banyak pula yang mengobrol santai.

Masih dalam suasana lebaran, ditambah lagi banyak pegawai dan karyawan libur sehubungan dengan cuti bersama, warga memanfaatkan momen pilkada untuk berkumpul.

Dari hasil penghitungan suara, pasangan Syarif Fasha – Maulana unggul di TPS 11, dengan memperoleh 119 suara, dan pasangan Abdullah Sani – Kemas Alfarizi mendapat 95 suara.

Di TPS 20, Fasha – Maulana mendapat 215 suara, sedangkan Abdullah Sani – Kemas Alfarizi memperoleh 112 suara. ***

Editor : IJ2

Kategori Politik

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.