Ratusan Pasien RSUD Kolonel Abunjani Bangko Tak Bisa Memilih

Penulis : Jefrizal || Editor : Redaksj

INFOJAMBI.COM – Ratusan pasien RSUD Kolonel Abunjani, Bangko, Merangin, tidak bisa memilih, pada Pilkada Serentak 2020, Rabu, 9 Desember 2020.

Direktur Utama RSUD Kolonel Abunjani, Berman Saragih, menyangkal pihaknya cuek dalam mengurus hak pilih bagi pasien di rumah sakit yang dia pimpin.

Menurut dia, dirinya tidak pernah disurati atau mendapat pemberitahuan dari penyelenggara pemilu, terkait hak pilih bagi pasien di RS Kolonel Abunjani.

“Baru tadi saya tahu. Saya telusuri ternyata hanya koordinasi lisan saja, itupun dengan petugas depan,” kata Berman, Rabu (9/12).

Kata Berman, menurut keterangan petugas yang menerima kedatangan tim dari KPU, pihaknya telah menyediakan data terkait hal itu, namun setelah disiapkan, petugas tersebut malah meninggalkan rumah sakit tanpa keterangan.

“Mereka main lari, petugas kami tidak tahu. Tidak meninggalkan nomor telepon, jadi kami mau gimana lagi,” kata Berman.

Namun demikian, Berman telah berkoordinasi dengan pihak KPU, agar pasien dan keluarga bisa memilih.

“Tadi sudah ada yang datang mau data siapa saja yang punya KTP di sini atau punya A5. Kalau ada, mereka bisa memilih, kalau tidak ada ya mau gimana lagi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, ratusan warga Kabupaten Merangin yang dirawat di beberapa rumah sakit di Bangko tidak bisa memilih.

Informasi yang dihimpun, pihak penyelenggara, KPU, telah melakukan koordinasi dengan meminta data pasien yang punya hak pilih untuk memilih, namun pihak rumah sakit cuek.

Seperti di RSUD Kolonel Abunjani, petugas PPK telah membawa surat dan berkoordinasi secara langsung dengan pihak rumah sakit, namun mereka belum bisa memberikan data itu.

Sampai malam, petugas masih menunggu hasil koordinasi petugas yang datang ke RS tersebut, namun belum juga ada tanggapan, baik bertemu langsung maupun koordinasi melalui ponsel.

Anggota PPK Kecamatan Bangko, Rizki, membenarkan hal itu. Pihaknya sudah bekerja maksimal agar masyarakat yang mempunyai hak suara bisa memilih, walaupun dalam kondisi sakit.

“Sampai malam kami nunggu tapi tidak ada respon,” kata Rizki.

Artinya, pasien maupun keluarga pasien yang tengah berada di RS Kolonel Abunjani Bangko tidak bisa memilih.

“Yang ngasih data cuman RS Raudhah dan MMC. Selebihnya tidak ada,” imbuhnya.

Pantauan di RSUD Kolonel Abunjani, hingga pukul 12.09 WIB, pasien maupun keluarga pasien masih adem ayem, ketika ditanya soal pencoblosan, mereka mengaku tidak mengetahuinya.

“Kami nak milih ke TPS dekat rumah dak mungkin. Di sini petugas tidak pernah mendata, jadi kami dak tau mau milih apo,” kata keluarga pasien.

Dia sangat menyayangkan apa yang terjadi, sebab mereka berharap bisa menggunakan hak suaranya.

“Kita mau milih calon kami tapi tidak bisa. Ini milih pemimpin, kami maunya calon kami yang menang,” sebutnya kesal. ***

Kategori Politik

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.