Ratusan Warga dan Pedagang Pasar Bawah Sorot PLN

ilustrasi

BANGKO — Ratusan pelanggan PLN Bangko, khususnya di Pasar Bawah, Bangko, kecewa. Aliran listrik ke kawasan pasar terbesar di Merangin itu putus. Akibatnya ratusan toko dan kios tidak bisa bertransaksi maksimal.

“Usaha yang menggunakan aliran listrik tidak bisa operasi. Di wilayah lain, listrik tetap menyala. Hari Minggu dari sore sampai malam listrik mati. Ada kesan diskriminasi PLN Bangko,” ujar Yeti, seorang pedagang di Pasar Bawah.

Matinya aliran listrik di Pasar Bawah, sebagian toko menghidupkan mesin genset untuk penerangan tokonya. Namun jumlahnya tak seberapa. Lainnya terpaksa pasrah, bergelap-gelapan dalam toko.

Bagi usaha fotocopy, jasa pangkas dan lainnya, tidak bisa berbuat apa apa. Selain menunggu hidupnya listrik. Mereka rugi, seperti dikeluhkan seorang penjahit. Pasalnya mesin jahitnya menggunakan listrik.

“Kito nak ngapo. Jahitan ado, tapi dak bisa kerjo. Listrik mati,” keluh Fitri.

“Jalur listrik Pasar Bawah terhubung dengan jaringan luar kota. Gangguan di luar kota ditandai dengan matinya lampu. Harusnya jalur pasar tidak bergabung dengan jaringan desa,” kata Amrizal, seorang pedagang.

Padamnya listrik ikut mengganggu tempat ibadah. Mesjid Raya Istiqomah gelap gulita dan pengeras suara tak berfungsi.

Manager PLN Bangko, Wahyu, menyebutkan, seringa matinya listrik karena ada pekerjaan normalisasi di UPB (Unit Pengatur Beban) Padang, dan pemecahan beban jaringan untuk Sungaimanau, Batangmasumai dan Siau.

“Kini pekerjaannya tinggal 5 persen. Targetnya Januari selesai. Itu dikerjakan oleh vendor dari Jambi. Bila ini selesai, listrik akan kembali normal,” ujar Wahyu.

Menanggapi permintaan masyarakat Pasar Bawah, menurut Wahyu nanti tidak bergabung lagi dengan jaringan luar kota. (infojambi.com)

Laporan : Yuneldi Yunis Koto || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Pendidikan

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.