Ratusan Warga SAD Masuk Islam

Warga SAD, Becayo (kiri), saat pertama kali mengucapkan dua kalimah syahadat || abdul rachman

KOTAJAMBI — Ratusan warga suku terasing di Jambi serentak memeluk agama Islam. Suku Anak Dalam (SAD) atau terkenal dengan sebutan Suku Kubu, dulu termasuk golongan penganut animisme.

Becayo, salah seorang warga SAD, menyatakan dirinya memeluk agama Islam, Senin pagi. Becayo dibimbing oleh Syarif Fasha, Walikota Jambi, saat mengucapkan dua kalimah syahadat.

Bersama Becayo, ratusan warga SAD lainnya juga memilih memeluk Islam. Selain orang dewasa, juga ada anak-anak. Mereka selama ini bermukim di hutan Taman Nasional Bukit Duabelas.

Jumlah total warga SAD yang masuk Islam 404 orang. Rinciannya, 124 laki-laki dewasa, 114 perempuan dewasa, 90 anak laki-laki dan 76 anak wanita.

Pengucapan dua kalimah syahadat warga SAD juga dibimbing oleh penceramah kondang, Syekh Ali Jaber. Prosesi ini berlangsung di Balai Adat Kota Jambi.

Acara sakral ini tidak dihadiri seluruh warga SAD yang ingin memeluk Islam. Prosesi ini diwakili oleh 181 orang. Ikut hadir para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh ormas Islam.

Menariknya, pada acara ini, seluruh warga SAD yang masuk Islam mengenakan busana muslim. Laki-laki memakai baju koko dan topi haji, perempuan mengenakan jilbab dan mukena.

Seorang warga asli SAD, Muhammad Yusuf, mengaku sudah masuk Islam sejak tahun 2003. Hebatnya, Yusuf yang dulunya bernama Nguyub, kini menjabat kepada desa di kampungnya.

Yusuf merasa bahagia bisa memeluk Islam. Baginya Islam membawa kesejukan dan memberi semangat hidup. Yusuf tidak bisa membayangkan kehidupannya dulu, semasa belum mengenal Tuhan.

Masuk Islamnya warga suku terasing di Jambi ini, diapresiasi oleh penceramah kondang, Syekh Ali Jaber. Peristiwa ini menunjukkan semua manusia akan kembali ke fitrah. Semua keturunan Nabi Adam akan kembali ke kesucian.

Syekh Ali Jaber berharap, warga SAD itu tidak hanya sekedar Islam. Mereka harus terus belajar bersama umat Islam lainnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari Walikota Jambi, Syarif Fasha. Menurutnya, keinginan warga SAD masuk Islam atas kesadaran sendiri, tanpa paksaan dan intimidasi.

Masuknya warga SAD ke agama Islam berawal dari usulan sebuah yayasan. Mereka menyampaikan ke Lembaga Adat Kota Jambi, bahwa warga suku terasing ingin memeluk Islam.

Acara pengislaman warga SAD ini berlangsung sederhana. Setelah semua prosesi keagamaan selesai, warga SAD yang datang bersama keluarganya, masih berkumpul di Balai Adat, Senin siang. (infojambi.com)

Laporan : Abdul Rachman || Editor : Doddi Irawan

Kategori Kota Jambi,Wisata - Seni - Budaya

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.