Refleksi Setahun Kepemimpinan Safrial – Amir Sakib

Bupati Tanjabbar, Safrial MS meninjau proyek jembatan || foto : raini

KUALATUNGKAL — Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar, Safrial MS dan Amir Sakib, dalam mewujudkan Kabupaten Tanjabbar Maju, Adil, Makmur, Bermartabat dan Berkualitas”, dihadapkan dengan defisit anggaran hampir Rp 448 miliar.

Walaupun demikian, pasangan Safa ini terus melakukan upaya menggenjot pembangunan di berbagai bidang, terutama infrastruktur jalan dan jembatan serta mengatasi krisis listrik. Selain itu juga menjadikan Pelabuhan Roro dan air bersih sebagai prioritas.

Hal ini ditunjukkan dengan memfokuskan kegiatan pembangunan melalui peningkatan kualitas dan jangkauan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik dan air bersih.

Setahun pertama periode 2016 – 2021, Safrial dan Amir Sakib membuka akses jalan menuju ibukota kabupaten dari desa sampai kecamatan. Sepanjang tahun 2016, dilaksanakan pembangunan jalan Kuala Dasal, peningkatan kualitas jalan Desa Merlung, peningkatan jalan Margarukun, jalan perkantoran di Merlung dan Tungkal Ulu hingga jalan Desa Penyabungan.

Selain itu, pemkab juga meningkatkan jalan Parit Ponco, Jalan Harmoko, Jalan Pulau Pinang di Desa Betara Kanan, jalan Desa Kuala Indah dan Jalan Sumatra di Kelurahan Sungai Nibung yang selama ini belum tersentuh. Juga melaksanakan peningkatan jalan menuju Pelabuhan Roro yang selama ini terbengkalai.

Selain jalan, Pemkab Tanjabbar juga melaksanakan pembangunan jembatan pada 2016, diantaranya jembatan Penyabungan, jembatan Lumahan dan fly over (jembatan gantung) di kompleks perkantoran Tungkal Ulu.

Bukti nyata lainnya, keberhasilan satu tahun kepemimpinan Safrial dan Amir Sakib, membangun jalan rigit beton di Jalan Kapten Toegino, Kualatungkal, dan merintisnya dengan menjadikan jalan kompleks perkantoran Kantor Bupati Tanjabbar sebagai “alun-alun” Kuala Tungkal yang dibangun pada 2016.

Dengan terus memantau langsung berbagai pembangunan, Bupati dan Wakil Bupati sampai ke desa-desa, dengan harapan bakal menuntaskan visi misi pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan perekonomian, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Sesuai misinya, Safrial dan Amir Sakib meningkatkan kualitas pelayanan umum melalui pembangunan infrastruktur dasar kawasan ekonomi yang berkualitas. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup. Meningkatkan pembangunan ekonomi masyarakat melalui agroindustri dan perikanan. Meningkatkan persatuan dan kesatuan daerah melalui harnonisasi kehidupan beragama dan berbudaya, supremasi hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Melirik geografis Kabupaten Tanjabbar di Pantai Timur Provinsi Jambi, memiliki luas 5.009,82 km2. Secara geofrafis terletak pada posisi 103-104 derajat 21′ Bujur Timur dan 0 derajat 53′ sampai 1 derajat 41′ Lintang Selatan yang berbatas dengan Provinsi Riau di utara, Kabupaten Batanghari di selatan dan barat, Kabupaten Bungo dan Tebo serta Selat Berhala dan Kabupaten Tanjabtim di timur, dengan 13 kecamatan, yaitu Tungkal Ulu, Merlung, Batang Asam, Tebing Tinggi, Renah Mendaluh, Muara Papalik, Pengabuan, Senyerang, Tungkal Ilir, Bram Itam, Seberang Kota, Betara dan Kuala Betara.

‎Setelah 1 tahun masa kepemimpinan Safrial ‎dan Amir Sakib (17 Februari 2016 – 17 Februari 2017), upaya menjadikan Tanjabbar setara dengan kabupaten lain di Jambi, terus digenjot dengan membangun berbagai infrastruktur sampai ke pelosok desa, diantaranya jalan dari Simpang Teluk (T) sampai ke KM 91 dan terkoneksi dengan jalan nasional. Dengan begitu ada sekitar 300 hektar lahan pertanian dapat difungsikan sehingga dapat menghidupkan perekonomian di daerah itu.

Dalam umur jabatan yang baru seumur jagung, Safrial telah meminta bantuan ke pemerintah provinsi dan Kementerian Perumpera dan Kementerian Perhubungan, membangun jalan dari Jalan Sri Soedewi ke Pelabuhan Roro (PPI) serta Jalan Semau – Pelabuhan Roro yang akan dijadikan Pelabuhan ‎Internasional Antar Pulau.

Safrial tahun 2017 akan memprioritaskan air bersih bagi masyarakat. Tahun ini diajukan Rp 32 miliar dari APBD 2017 untuk melanjutkan proyek intake di Kecamatan Tebing Tinggi, untuk membangun sarana air bersih yang sumber bakunya dari sungai di Tebing Tinggi. (infojambi.com/DD)

Laporan : Raini

 

Kategori Tanjung Jabung Barat

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.