Senin, 23 Juli 2018 | 03:40

Resmi, Awal Ramadhan Ditetapkan 17 Mei 2018

Laporan Rudy Saputra

Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, H Muhamad (kanan).

INFOJAMBI.COM – Kementrain Agama RI, hari ini Selasa (15/05/2018) sudah memutuskan dan menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari kamis 17 Mei 2018.

Keputusan tersebut diumumkan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, dalam konferensi Pers, setelah sebelumnya dilaksanakan sidang Isbat di Jakarta, Selasa (15/05/2018).

Berbagai daerah di seluruh Indonesia, Selasa (15/5/2018), tim hisab ru’yat melakukan ru’yatu hilal penetapan awal Ramadhan, setidaknya di 95 titik pantau, termasuk di Provinsi Jambi.

Tim hisab ru’yat Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jambi bersama-sama MUI dan Ormas Islam lainnya, juga melakukan Ru’yatul Hilal (melihat bulan baru), di salah satu puncak hotel berbintag di Kota Jambi.

Dikatakan Ketua Tim Hisab Ru’yat Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, H Hafidz, bahwa melihat data Hisab sistem Ephemeris sebelum dilakukan Ru’yatul hilal, dua persyaratan utama yaitu jarak ijtima’ dan tinggi hilal tidak terpenuhi. Sementara posisi hilal dengan persyaratan matahari terbenam, telah melebihi dari minimal 3 derjat yang dipersyaratkan. Namun persyaratan ketiga ini sering diabaikan bila dua persyaratan utama tidak terpenuhi.

Pengamatan dilakukan di puncak salah satu hotel di Kota Jambi.

“Sehingga dapat diprediksi atau berpeluang besar, jumlah hari pada bulan Sya’ban tahun 1439 H ini, akan digenapkan menjadi 30 hari. Namun, keputusan akhir tetap menunggu keputusan Pemerintah melalui sidang isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama RI,” kata Hafidz.

Dari pengamatan Tim hisab Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, dapat dipastikan untuk Sya’ban akan di genapkan, tegas Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Drs H Muhamad,M.Pd.I.

“Berdasarkan pengamatan, ternyata tidak melihat Hilal, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dilihat di daerah lain, karena ini semua diseluruh Provinsi melakukan hal yang sama hampir di semua titik. Namun hasil pengamatan di Jambi tetap dilaporkan ke pusat sebagai bahan pertimbangan dan penentuan awal Ramadhan tahun ini,” kata Muhamad.

“Di Jambi tidak terlihat Hilal, karena cuaca memang posisi Hilal itu, kalau tidak salah pada posisi masih Min (-), padahal standar minimal itu 2 derajat dan hari ini Min (-) 0,” ujar Muhamad.

Untuk diketahui, sejajarnya matahari dan bulan, hari ini pukul 19.03 WIB. Jadi, setelah dihitung Hilal berada di bawah ufuk minus 0 derajat 4 menit 43 detik.

Sementara antara posisi matahari dan Hilal kurang dari 3 derajat. Oleh karena itu secara hisap tiga persyaratan dari hisap tiga perkara Pemerintah tidak terpenuhi, ujar Kakanwil Kemenag Provisi Jambi, menambahkan.***

Editor : M Asrori S

Kategori Agama

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.