Rest Area Seharga Hampir Rp 2 Miliar Jadi Semak Belukar

Rest area terbengkalai

SAROLANGUN — Para pemudik Hari Raya Idul Fitri 1438 H sangat menyayangkan bangunan rest area di Dusun Kudus, Kelurahan Limbur Tembesi, Sarolangun, tidak dapat digunakan.

Hadi, seorang pemudik asal Jakarta, heran melihat rest area tersebut tidak terawat. Padahal, saat lebaran, rest area sangat dibutuhkan oleh pemudik untuk tempat beristirahat.

“Sangat disayangkan, gedung ini tidak dipelihara. Padahal lokasi dan bangunan sudah ada, tinggal merehab saja. Ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, apalagi saat arus mudik ,” kata Hadi yang hendak ke Padang, Senin (3/7).

Hal senada disampaikan Fadil, pemudik asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Ia menilai pemerintah daerah tidak peka terhadap aset yang dimilikinya. Menurutnya lokasi rest area Sarolangun sangat luas dan strategis.

“Kalau dilihat dari bangunannya, rest area ini cukup luas dan strategis. Kalau dirawat, pasti meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Fadil.

Warga Sarolangun, Lukman Hakim, mengatakan, sejak awal dibangun, rest area itu pernah sekali dioperasikan. Namun karena tidak dirawat, para pedagang kabur di kawasan itu akhirnya kabur.

Rest area itu dibangun pada 2012. Gedungnya dibiarkan tidak dirawat. Jangankan bangunan, perawatan halaman saja tidak ada. Rumput tidak dibersihkan, sehingga jadi semak belukar.

“Padahal kami masyarakat di sini sangat mendukung adanya rest area ini, karena bisa membantu perekonomian masyarakat,” ujar Lukman.

Rest area di Dusun Kudus, Kelurahan Limbur Tembesi, Bathin VIII, tersebut dibangun dengan dana APBD Sarolangun tahun 2012. Pembangunan sarana dan prasarananya menghabiskan uang Rp 1,99 miliar. (infojambi.com)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.