Selasa, 19 Maret 2019 | 17:36

Ribuan Ton Komoditas Pertanian Jambi Diekspor ke Sejumlah Negara Tujuan

Penulis : Maria
Editor : M Asrori S

Sekda Provinsi Jambi, H M Dianto memberikan keterangan pers terkait pelepasan ekspor komoditi pertanian di Pelabuhan Talang Duku.

INFOJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, melepas ribuan ton lima komoditas pertanian, untuk diekspor ke luar negeri, melalui Pelabuhan Talang Duku, Kamis (14/3/2019).

Kelima komoditas pertanian itu, yaitu 8.500 ton cangkang sawit, dengan nama perusahaan pengirim, Era Sakti Wira Fores Tama, nilai ekonomi Rp 6,6 miliar, negara tujuan Thailand.

Untuk 81 ton pinang, nama perusahaan PT.Sumber Rezeki Pangan, negara tujuan Thailand nilai ekspor Rp 1.411.578.000. Kelapa bulat, nama perusahaan PT.Indo Lanka Usaha Mandiri sebanyak 27500 ton, negara tujuan ke Pakistan nilai ekspor Rp 89.250.000 juta.

Kemudian produk sapu lidi, nama perusahaan CV.Nienda Karya sebanyak 108 ton ke India nilai Rp 863.654.400 juta. Kayu olahan, nama perusahaan PT Bunian Kencana 117,6432 M3 ke Taiwan, nilai ekspor Rp 453.575.640, dengan total nilai ekspor Rp.9.418.058.040.

Pelepasan ekspor lima komoditi pertanian secara simbolis ini, dilakukan Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat, Agus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono.

H M Dianto, menyebutkan, meski kegiatan ekspor sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, namun saran dari Kementrian Pertanian, kegiatan ekspor ini harus dilakukan secara terbuka disampaikan kepada daerah. Sehingga daerah-daerah bisa meihat peluang-peluang ekspor yang bisa dikawal dan digiring oleh Kementrian Pertanian.

“Sudah saya sampaikan, peluang untuk kita memenuhi pasar ekspor itu masih terbuka luas. Tinggal kita mengupayakan dengan beberapa OPD terkait dan kelompok petani serta kelompok masyarakat, agar kita di daerah tahu spek dan standar mutu yang dibutuhkan negara-negara tujuan ekspor,” ujar M Dianto.

Diakuinya, Pemprov Jambi, sebenarnya telah berupaya mencari peluang pasar ekspor, untuk beberapa komoditi pertanian. Namun masih terkendala dengan transportasi cukup jauh.

“Saat ini di beberapa kabupaten tengah memasuki panen raya, diantaranya cabe dan kentang. Kita berharap hasilnya dapat diekspor ke Malaysia atau Singapura yang memang membutuhkan hasil pangan kita, ujar Sekda

Menurut Sekda, yang jadi kekhawatiran kita, beberapa komoditi itu sampai ke negara tujuan, kondisinya tidak segar lagi, karena durasi jam pengiriman yang lebih 24 Jam.

“Saya berharap, agar terbukanya penerbangan langsung dari Provinsi Jambi menuju negara tujuan ekspor, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga dapat membawa komoditi hasil pertanian ke dua negara tujuan ekspor itu lebih cepat,” sebut Dianto.

Ditambahkan Dianto, karena kita sudah over produksi hasil pertanian, terutama cabe dan kentang, sehingga harganya turun. Kalau kita bisa menjual hasil pertanian itu ke luar, mudah-mudahan bisa membantu meningkatkan harga ditingkat petani, menjadi 100 persen, kata Sekda. ( Humasprov )


Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.