Ribuan Warga Ekajaya Kumandangkan Sholawat Bersama Wali Kota, Fasha Apresiasi Tabligh Akbar Marene Bersholawat

INFOJAMBI.COM – Kemuliaan bulan Muharram, sebagai awal dimulainya tahun baru Hijriyah, bagi masyarakat muslim Kota Jambi masih sangat terasa. Nuansa religi Islami itu masih tampak semarak diberbagai sudut Kota Jambi, seperti terlihat saat berlangsungnya Tabligh Akbar bertajuk Marene Bershalawat di Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Paal Merah Kota Jambi, Sabtu malam (14/10).

Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME yang turut hadir dalam acara itu disambut antusias masyarakat. Tampak kehadiran Wali Kota yang juga Ketua Dewan Masjid Kota Jambi itu dengan tetabuhan hajir marawis dan iringan kumandang shalawat .

Turut hadir mendampingi Wali Kota dalam acara itu, Asisten I Sekda Kota Jambi H. Mukhlis A Muis, Kabag Humas Setda Kota Jambi Abu Bakar, Camat Paal Merah Hj. Mursyida, serta Lurah Eka Jaya Abdul Salim.

Tabligh akbar dalam acara Marene Bershalawat itu menghadirkan penceramah utama, yaitu dai kondang, Al Habib Muhammad Bagir Al Habsy, pimpinan Majelis Jalsatul Musthofa Bogor. Selain Habib Muhammad Bagir, Tabligh akbar yang bertemakan “Menjalin silaturahmi, menjaga keutuhan NKRI” tersebut, turut pula diisi tausiyah oleh KH. Abdul Musthoriq (Gus Thoriq), Pimpinan Ponpes Attauhid Ladang Panjang Muaro Jambi dan KH. M. Mutqhul Mujid (Gus Mujib), Pimpinan Ponpes Falahul Mutadin Sungai Gelam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Syarif Fasha menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat setempat, karena dengan kompak dan semangat yang ikhlas mampu melaksanakan kegiatan besar tersebut secara swadaya. Fasha juga mengungkapkan rasa bangganya, karena hingga saat ini semarak Muharram masih bergema hampir diseluruh sudut Kota Jambi.

“Sebagai Kepala Daerah saya patut berbangga, karena nuansa religius ini begitu kental di Kota Jambi. Sepanjang bulan Muharram ini, saya rutin menghadiri berbagai kegiatan tabligh akbar diberbagai sudut Kota Jambi. Insya Allah ini pertanda rahmat dan keberkahan selalu berlimpah untuk segenap warga Kota Jambi,” ujar Fasha.

Fasha juga mengatakan, bahwa hakikat Muharram adalah langkah awal untuk berhijrah diri. “Muharram adalah momentum kita untuk berhijrah. Dari tempat yang tidak baik ketempat yang baik, dari sifat tidak baik menjadi sifat yang baik dan terpuji, dari kebathilan menjadi haq dan kebenaran,” ucap Fasha.

Ia juga mengatakan, masyarakat muslim harus bersyukur karena menjadi umat pilihan Rasulullah, yang telah menerima risalah kebenaran. Sambil mengutip salah satu hadist Nabi, Fasha mengajak warganya untuk meningkatkan rasa cintanya kepada Rasulullah dengan meneladani sifat-sifat terpuji makhluk mulia itu.

“Wajib hukumnya kita meneruskan risalah Rasulullah. Termasuk dengan membaca shalawat serta meningkatkan rasa cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW, karena beliau sangat rindu dan mencintai ummatnya yang selalu melaksanakan tuntunannya. Rasulullah SAW pada zaman dahulu pernah bersabda, bahwa akan datang suatu masa selepas wafatku, suatu kaum yang mereka belum pernah bertemu dan melihatku tetapi mereka beriman dengan ku dan mereka sangat mencintaiku. Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka. Semoga kita termasuk golongan umat yang dicintai Rasulullah,” ucap Fasha mengutip salah satu hadist Shahih tersebut.

Sementara itu dalam tausiyahnya Al Habib Muhammad Bagir Al Habsy, banyak mengupas tentang makna hijrah dalam kehidupan. Habib Bagir menjelaskan makna hijrah terbagi 2, yaitu hijrah hissiyyah (hijrah fisik dengan berpindah tempat) dari darul khauf (negeri yang tidak aman) menuju darul amn (negeri yang aman). Kedua, hijrah ma’nawiyah (hijrah nilai). Yakni, hijrah dengan meninggalkan nilai atau kondisi jahiliyah, untuk berubah menuju nilai atau kondisi yang Islamiyah.

“Jika hijrah hissiyah bersifat kondisional dan situasional, serta harus sesuai dengan syarat-syarat tertentu. Maka hijrah ma’nawiyah bersifat mutlak dan permanen. Sekaligus merupakan syarat dan landasan bagi pelaksanaan hijrah hissiyah. Hijrah ma’nawiyahinilah yang sebenarnya merupakan hakikat dan esensi dari perintah hijrah itu. Kuncinya ada pada kata perubahan atau merubah  menjadi lebih baik,” terang Habib Bagir.

Habib Bagir juga mengajak jamaah yang hadir untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, dengan senantiasa menaati sifat dan keteladanannya.

“Nabiyullah Muhammad SAW, senantiasa mengajarkan kita untuk berhijrah kepada yang baik. Bukan hanya dalam artian sempit, namun hijrah dalam arti sesungguhnya. Hijrah hati, selalu ingat untuk berbuat kebaikan dari waktu ke waktu, meninggalkan keburukan dan kejahilan setiap waktu. Rasulullah mengajarkan kita sifat-sifat mulia dan keteladanan. Salah satunya adalah senantiasa rendah diri, jangan merasa lebih mulia dibanding siapapun dan apapun, saling menyayangi dan melindungi, serta saling mengingatkan dalam kebaikan,” jelasnya disambut kumandang shalawat dari para jamaah yang hadir.

Selain ceramah agama, acara Marene Bershalawat juga diisi dengan pembacaan maulid Shimtud Duror. Tetabuhan hadrah yang mengiringi kumandang shalawat juga turut menambah kehusyukan acara tersebut.

Diakhir acara juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim dan piatu. Wali Kota Jambi Syarif Fasha juga turut memberikan santunannya. Suasana haru tampak saat Fasha dengan penuh kasih mengusap-usap satu persatu kepala para yatim yang hadir tersebut. (***)

 

 

Kategori Kota Jambi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.