Senin, 18 Desember 2017 | 23:39

Ridham Dicopot, Erwan Naik

Ridham dicopot, Erwan dilantik || yudi pramono

KOTAJAMBI — Berita mengejutkan terjadi di Kantor Gubernur Jambi, Sabtu siang. Sekda Provinsi Jambi, H Ridham Priskap, tiba-tiba dicopot. Sebagai penggantinya, Gubernur Jambi, H Zumi Zola, menunjuk H Erwan Malik.

Uniknya, pelantikan Erwan Malik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda tidak dilakukan oleh gubernur. Kepala Balai Diklat Provinsi Jambi ini dilantik oleh Wakil Gubernur, H Fachrori Umar.

Ridham mengaku sudah memprediksi dirinya akan dicopot dari kursi sekda. Tapi dia tidak kaget. Dia sudah yakin bakal diganti, hanya tinggal menunggu waktu saja.

Meski dicopot, Ridham mengucapkan terima kasih pada Zumi Zola dan Fachrori Umar. Pasalnya, gubernur dan wakilnya itu memberi kepercayaan selama 10 bulan pada dirinya ikut serta menjalankan visi Jambi Tuntas 2021.

Ridham juga meminta maaf pada seluruh pegawai Pemprov Jambi, jika selama menjabat sekda ada kesalahan yang dilakukannya. Dia sadar, sebagai manusia tidak ada yang sempurna.

“Selama saya mengemban tugas dan amanah itu, pasti ada kelemahan dan kekurangan. Tapi itu semua tanpa saya sengaja, sementara sudah membuat tidak enak,” katanya.

Ridham sempat menanyakan pada wakil gubernur, soal posisi selanjutnya. SK yang diterimanya baru SK pemberhentian dari jabatan sekda. Untuk menduduki jabatan di Pemprov Jambi sudah tidak mungkin.

Duduk sebagai sekda provinsi, dalam karier PNS, jabatan ini paling tinggi di level daerah. Ridham berharap Gubernur Jambi memberi rekomendasi mutasi dirinya ke Kementerian Dalam Negeri.

“Jalurnya cuma itu. Saya minta rekomendasi pindah dari Pemprov Jambi ke Kementerian Dalam Negeri,” ujar Ridham.

Sementara itu, Wakil Guberur, Fachrori Umar, seusai melantik Erwan Malik di ruang kerjanya, mengucapkan terima kasih pada Ridham, karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Fahcrori tahu, pencopotan Ridham bakal menimbulkan beragam persepsi. Dia menegaskan, kondisi ini terjadi juga di daerah lain, bukan hanya di Pemprov Jambi. Alasannya sama, menindaklanjuti aturan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Apapun tindakan yang diambil pemerintah, selalu dikonotasikan negatif. Pemimpin mengambil suatu kebijakan pasti ada alasan. Tujuan utamanya untuk memperkuat jalannya pemerintahan guna memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” papar Fachrori.

Menariknya, Erwan Malik sendiri mengaku baru hari ini tahu dipercaya menjabat pelaksana tugas sekretaris daerah. Selaku Aparat Sipil Negara (ASN), apapun keputusan pimpinan harus diterimanya.

Erwan menegaskan, akan berupaya melaksanakan tugas administrator ini dengan sebaik mungkin. Apalagi dia juga masih mengemban tugas sebagai Kepala Badan Diklat dan SDM Provinsi Jambi. (infojambi.com)

Laporan : Yudi Pramono || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Politik

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.