Rizal Ramli Sebut Lima Persoalan Membelit Garuda Indonesia

Laporan Bambang Subagio

Rizal Ramli (kanan).

INFOJAMBI.COM – Carut-marut yang terjadi ditubuh maskapai Garuda Indonesia, merupakan bagian dari carut-marutnya situasi perekonomian Nasional, dan kerugian di Garuda Indonesia berlangsung selama tiga tahun beruntun.

Penyebab utamanya, adalah pengangkatan Direksi tidak berlandaskan kompetensi dan banyaknya jumlah Direksi yang tidak memiliki kapasitas. Tahun 2014 Garuda mengalami kerugian 399,3 juta dolar AS, tahun 2017 rugi 213,4 juta dolar dan tahun 2018 kerugian kembali naik menjadi 256 juta dolar AS.

“Dr Rizal Ramli punya tanggung jawab moral dan intelektual, agar kasus krisis Garuda Indonesia dan PLN pada tahun 2000-2001, tidak terulang kembali,” kata ekonom yang juga Capres RI, Rizal Ramli, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Masalah kedua, manajemen Garuda Indonesia tidak berani mengambil keputusan, untuk pembatalan atau reschedule pembelian pesawat-pesawat yang tidak diperlukan, sehingga mengakibatkan Garuda mengalami kerugian terus menerus.

Persoalan ketiga payahnya flight atau penerbangan dan rute manajemen Garuda. Pasalnya, perseroan hanya melakukan cost cutting (pemotongan biaya) dan cross the board. Hal ini dianggapnya kurang tepat.

“Ini bahaya. Kalau yang dipotong anggaran training Garuda, ini (training) penting sekali untuk bisnis penerbangan, karena menyangkut safety (keselamatan). Kalau ini yang dipotong bahaya buat reputasi Garuda Indonesia,” katanya.

Masalah keempat, Rizal Ramli menduga ada yang salah dalam pembelian logistic, untuk keperluan Garuda. Dia menilai sistem pengadaannya tidak kompetitif, sehingga harga yang harus dibayar konsumen lebih mahal.

Hal kelima, manajemen rute penerbangan yang payah. Seharusnya, direktur operasional dipilih lebih canggih, karena saat ini strategi marketingnya tidak menjual.

“Yang harusnya premium airline malah “dicampur” dengan strategi low cost carrier, seperti Citilink. Padahal, Garuda Indonesia disegani karena reputasi, safety yang tinggi dan memiliki kualitas pelayanan terbaik di dunia,“ katanya seraya mengatakan dengan cara memberikan terlalu banyak discount, bazaar discount dan promo tiket, maka brand premium Garuda menjadi luntur.

Atas lima persoalan yang membelit Garuda itu, Rizal Ramli, menyatakan sikapnya untuk membenahi Garuda Indonesia, karena merasa kasihan dengan Presiden Jokowi yang ingin membenahi perekonomian Nasional.

“Kami ingin membantu Pemerintah Indonesia dan Presiden Jokowi, untuk memberikan solusi, karena reputasi Presiden Jokowi akan merosot kalau Garuda Indonesia tidak diselamatkan,” katanya.

Rizal Ramli menambahkan, kasus BUMN Garuda sebenarnya relatif kecil dibandingkan masalah yang dihadapi semua BUMN dan total persoalan ekonomi Indonesia. Karena itu, Rizal Ramli meyakini dirinya mampu membuat Garuda Indonesia memiliki laba paling lama dua tahun.

“Kami sudah rumuskan strategi perbaikan Garuda Indonesia, jika dilaksanakan sungguh-sungguh Garuda bisa untung kembali dalam waktu kurang dari dua tahun,” katanya.

Langkah pertama yang harus dilakukan, mengganti Menteri BUMN, Rini Soemarno, dengan sosok lebih kompeten dan memperbaiki susunan komisaris dan manajemen PT Garuda Indonesia.

“Jadi enggak ada Direktur diangkat dari latar belakang penjual minyak. Harus ada the right man in the right place,” ujarnya.***

Editor : M Asrori S

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.