Romi Akui Tingkat Kemiskinan Masih Tinggi

Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto || foto : facebook

NIPAHPANJANG — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Tanjabtim masih tinggi. Sedangkan daya saing daerah dan Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah. Kondisi ini menuntut kerja ekstra para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tidak boleh hanya bertopang pada APBD kabupaten.

Kenyataan tersebut diungkap langsung Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembanguanan (Musrenbang) Kecamatan Nipahpanjang, Selasa (21/3) pagi, di ruang pola Kantor Camat Nipahpanjang.

Romi mengharapkan penentuan skala prioritas usulan kecamatan betul-betul objektif, tanpa intervensi dan sesuai kondisi rill. Dibutuhkan kecermatan seluruh tim, baik Bappeda maupun OPD lain yang mengikuti musrenbang.

“Masukan dan pendapat dari semua unsur tim yang hadir hari ini menjadi sangat penting. Selaraskan dengan program kegiatan yang dilaksanakan OPD yang kebetulan berlokasi di kecamatan ini,” kata Romi.

Dia juga berpesan agar dana pemberdayaan masyarakat yang dialokasikan masing-masing Rp 200 juta per desa betul-betul bisa dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan dengan tepat sasaran.

Tidak berlebihan jika saat ini arah pembangunan dapat dikatakan bertitik berat pada desa. Pasalnya, selain Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanjabtim, pembangunan di desa juga ditopang oleh Dana Desa (DD) yang sumbernya APBN. Belum lagi sejumlah program kegiatan yang didanai APBD Provinsi Jambi.

“Kepala Desa dituntut piawai mengelola ini. Jangan sampai tumpang tindih. Usahakan bersinergi, saling menopang, sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Jika ditotal alokasi APBD tahun 2017, tak kurang dari Rp 133 miliar diarahkan ke 73 desa yang ada di Tanjabtim. Meski terbilang besar, Romi menghitung anggaran yang tersedia demi mewujudkan pencapaian Visi Merakyat masih butuh tambahan yang tidak sedikit.

Dia berharap para kepala OPD proaktif mencari sumber-sumber pendanaan baru. Misalnya dengan menciptakan sumber – sumber pendapatan asli daerah atau bahkan mencari pendanaan kegiatan yang bersumber dari APBD provinsi Jambi atau APBN.

Khusus untuk APBN, Romi berharap para kepala OPD gesit membawa program-program yang tersebar cukup banyak di kementerian pusat ke kabupaten Tanjabtim. “Jangan hanya melaksanakan program kegiatan yang didanai APBD saja, kejar peluang baru dari kementerian untuk dibawa ke sini,” dia mengingatkan.

Selain upaya tersebut, Romi juga berkeinginan agar tingkat kemiskinan yang tinggi bisa dikurangi secara terencana. Tidak perlu muluk, yang penting terukur. Dia mencontohkan bahwa perlu dipertimbangkan agar setiap OPD punya target mengurai kemiskinan di daerah yang menjadi binaannya. Agar bagaimana kelak masyarakat yang tadinya penerima zakat, tahun depan diusahakan sebagiannya malah menjadi pemberi zakat.

Kecamatan Nipahpanjang sendiri dalam Musrenbang tahu ini mengusulkan 634 item rencana kegiatan pembangunan. 306 diantaranya ditempatkan sebagai prioritas. Melihat usulan kecamatan Nipahpanjang tersebut, Romi menjelaskan berkemungkinan besar tidak bisa terakomodir secara keseluruhan. Dia berharap akan ada pembagian porsi antara item yang harus dihandel APBD dan yang dapat diarahkan pada Dana Desa.

Terlebih, sebagaimana ditetapkan sebelumnya, Kabupaten Tanjabtim menerapkan sistem pola dua kecamatan prioritas pertahun. Untuk tahun 2017 pembangunan akan lebih banyak ke wilayah Kecamatan Mendahara Ulu dan Kecamatan Sadu. “Meski demikian kecamatan lain tentu tidak kita tapikan,” jelasnya. (infojambi.com)

Laporan : Willy Bronson

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.