RSU Saja Susah, Apalagi RS Jantung, Akhirnya Jadi Panti Rehab Narkoba

Rumah Sakit Terjun Jaya

KUALATUNGKAL — Rencana Bupati Tanjabbar, H Safrial MS, mengalih fungsi Rumah Sakit (RS) Terjun Jaya, di Kecamatan Betara, dari RS Jantung menjadi Panti Rehabilitasi Narkoba, mendapat dukungan DPRD Tanjabbar.

Ketua DPRD Tanjabbar, Faisal Riza, dengan tegas menyatakan dukungannya. Alih fungsi itu dinilainya sangat baik. RS Terjun Jaya merupakan aset pemkab. Panti ini bisa dikelola oleh pemda, tidak perlu di bawah BNN.

Sebelumnya, sempat diwartakan, rumah sakit baru di Desa Terjun Jaya ini hanya difungsikan sebagai rumah sakit umum, bukan rumah sakit khusus jantung.

Kepala Bappeda Tanjabbar, Firdaus Khatab, mengatakan, perencanaan awalnya untuk rumah sakit umum. Memang, jika memungkinkan, diutamakan untuk RS Jantung.

RS Jantung itu rencana akhir, setelah fasilitas rumah sakit lengkap, termasuk bangunannya, seperti ruang inap. Tapi untuk RSU saja belum terpenuhi, sulit difokuskan untuk RS Jantung. Itu salah, karena tidak ada dasar kuat.

“Dasar untuk menjadikan Rumah Sakit Jantung itu tidak ada, karena fasilitas belum memadai,” kata Firdaus.

Pihak dinas kesehatan dan RSD KH Daud Arif disarankan memikirkan pengoperasian rumah sakit tersebut. Jangan sampai bangunan senilai Rp 25 miliar ini terbengkalai dan hancur.

Soal kerjasama dengan sejumlah perusahaan, Firdaus tak menyangkal. Ada wacana antara pemkab dan PetroChina untuk peningkatan fasilitas RS Terjun Jaya. Pengembangan RS tetap mengharapkan bantuan pusat, akibat defisit. (infojambi.com/DD)

Laporan : Raini

 

Kategori Kesehatan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.