RSUD Raden Mattaher Berpeluang Jadi Pusat Rujukan Pasien Provinsi Tetangga

Gubernur Jambi menghadiri penilaian akreditasi fasilitas kesehatan oleh tim Kementerian Kesehatan RI, di ruang Diklat Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa.

Reporter: MY | Editor: Admin
RSUD Raden Mattaher Berpeluang Jadi Pusat Rujukan Pasien Provinsi Tetangga
Gubernur Jambi menghadiri penilaian akreditasi fasilitas kesehatan oleh tim Kementerian Kesehatan RI, di ruang Diklat Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa | foto : novriansah

INFOJAMBI.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher, Jambi, berkesempatan besar berkembang, dan menjadi pusat rujukan utama kesehatan bagi warga di pelbagai provinsi tetangga. Terbukanya akses konektivitas jalan tol di Pulau Sumatera menjadi pemantik utama.

Pesan penting itu ditegaskan Gubernur Jambi, Al Haris, sewaktu menghadiri penilaian akreditasi fasilitas kesehatan oleh tim Kementerian Kesehatan RI. Agenda evaluasi berkala itu diselenggarakan di ruang Diklat Rumah Sakit Raden Mattaher, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Kelancaran jalur transportasi darat diprediksi bakal mempermudah pergerakan masyarakat daerah tetangga mendatangi fasilitas medis di Jambi. Keberadaan moda transportasi yang kian memadai ini wajib diimbangi dengan kesiapan sarana maupun mutu SDM rumah sakit.

“Kondisi ini membuka peluang besar. Jika sarana dan prasarana terus kita lengkapi dengan teknologi canggih, dan kemampuan SDM kesehatan terus ditingkatkan, masyarakat dari provinsi tetangga yang lebih dekat ke Jambi akan memilih berobat ke rumah sakit kita,” kata Al Haris.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Gubernur minta manajemen rumah sakit milik daerah ini senantiasa membenahi sistem tata kelola internal secara berkelanjutan. Langkah komprehensif tersebut sangat esensial, guna mempertahankan predikat akreditasi paripurna, sekaligus memperkuat performa rujukan.

Proses peninjauan ulang dilakukan secara teratur tiap tiga tahunan, bertujuan menjaga konsistensi standar sarana serta mutu pelayanan umum. Penurunan standar baku secara otomatis berdampak buruk terhadap kualitas penanganan medis kepada para pasien.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

“Penilaian akreditasi rutin dilakukan setiap tiga tahun, untuk memastikan standar pelayanan, kelengkapan sarana, dan fasilitas kesehatan tetap terjaga. Jika standarnya turun, mutu pelayanan ikut turun. Kita berharap pembenahan yang konsisten dapat mempertahankan status akreditasi paripurna,” ujar Al Haris.

Gubernur menggarisbawahi posisi krusial RSUD Raden Mattaher selaku rujukan utama dan pengampu medis. Oleh sebab itu, kecakapan petugas, keakuratan data operasional, hingga kesiapan prasarana pendukung mesti terus ditingkatkan secara berkala.

Masyarakat lokal Jambi tidak perlu jauh-jauh bertolak melintasi batas daerah, atau ke negeri jiran, demi berobat. Ketersediaan fasilitas medis di daerah dituntut mampu menjawab dan memenuhi beragam kebutuhan pengobatan warga.

Jajaran pimpinan dan staf operasional Rumah Sakit Raden Mattaher diinstruksikan segera melakukan pembenahan internal menyatu dari hulu ke hilir. Para pejabat struktural diarahkan rajin memantau lapangan secara langsung, untuk memastikan keabsahan data serta kelancaran alur pelayanan.

“Pelayanan di rumah sakit memiliki karakteristik khas dan berbeda dengan instansi publik lainnya. Pasien datang dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan cepat serta pasti,” ungkap Al Haris.

Proses perbaikan mutu tidak boleh berorientasi sebatas pencapaian pemenuhan berkas administratif pada penilain kelayakan semata. Hal terpenting adalah sejauh mana manfaat nyata penanganan medis itu sanggup dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Intinya bukan hanya mempertahankan predikat paripurna di atas kertas, tapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan kesehatan lebih baik, cepat dan berkualitas,” pungkasnya.

Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher, drg Iwan Hendrawan, optimis mampu mengamankan kembali status akreditasi paripurna. Dasarnya, realita capaian data operasional serta fakta peninjauan berkala di lapangan.

Iwan mengaku terus gencar mengevaluasi berbagai layanan unggulan, sembari membenahi titik-titik kekurangan yang masih ditemukan. Salah satu fokus perbaikan mendesak, memangkas durasi penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat menjadi di bawah enam jam.

Panjang pendeknya durasi perawatan tiap pasien sangat bergantung pada jenis penyakit serta kebutuhan tindakan penunjang medis. Evaluasi mendalam terus digencarkan, tidak cuma bertumpu pada dokumen tertulis melainkan lewat penelusuran fakta di lapangan.

Serangkaian pembenahan secara terus-menerus, diharapkan sanggup menggenjot kualitas layanan medis dan memupuk kepercayaan publik. Langkah nyata tersebut sekaligus menjadi komitmen Rumah Sakit Raden Mattaher menjaga standar tinggi pelayanan kesehatan yang sudah diraih. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya