Senin, 18 Desember 2017 | 04:18

Ruang Penyimpan Arsip Dokumen Pansus Angket Pelindo II DPR RI Terbakar

Petugas Damkar saat berusaha memadamkan percikan api di ruang pansus DPR RI ll Foto : Bambang S.

JAKARTA – Ketua Pansus Angket DPR RI, tentang Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka, menilai kebakaran  yang terjadi pada Minggu (18/6) sekira pukul 01.30 WIB, di ruang rapat Pansus C Gedung  Nusantara II, lantai 3, DPR RI, dapat menimbulkan kesan, terjadi karena ketidak-sengajaan yang sistematis.

Rieke berharap, kedepan penkerjaan dengan alasan perbaikan apa pun di DPR, menyangkut ruangan-ruangan strategis di DPR, terutama tempat penyimpanan arsip dokumen dan risalah rapat, tidak dilakukan tengah malam.

“Lebih baik weekend, Sabtu Minggu jam kantor, saat tidak ada kegiatan di DPR,“ ujarnya melalui rilis yang dikirim kekalangan media, Minggu (18/6).

Asal api diduga konsleting listrik dari ruang rapat Pansus C di dalam plafon. Pertama kali diketahui oleh pekerja AC Sdr Gimin, yang selanjutnya di laporkan ke mandor Sdr Eko. Setelah dibuka kunci ruang rapat ada kepulan asap di plafon.

Akibat dari peristiwa itu, plafon ruang rapat terbakar. Api dapat dipadamkan jam. 02 30 wib,  dengan menggunakan alat pemadam kebakaran dan hidran gedung di bantu 15 Unit Damkar, pimpinan Syarifudin. Namun mobil Damkar belum sempat menyemprotkan air, api sudah padam, akibat kebakaran itu belum bisa di taksir kerugiannya, tidak ada korban jiwa.

”Informasi yang saya terima, percikan api hanya terjadi di plafon, di atas ruang rapat Pansus C saja dan tidak sampai ke ruang risalah rapat, “ ujar Rieke.

Rieke Diah Pitaloka

Rieke mengaku bersyukur, kebakaran di plafon ruang Pansus C ,tidak merambat ke ruang risalah rapat, tempat penyimpanan arsip Pansus Angket Pelindo II. Jika ada satu saja  arsip Pansus Angket Pelindo II (baik berupa transkrip rapat, risalah rapat, dokumen cetak, suara, maupun video) ada yang hilang, maka hal itu merupakan keajaiban, yang harus diusut lebih lenjut.

“Kalau pun itu terjadi, kami masih menyimpan salinan semua Arsip, yang sebagian besar copynya telah diserahkan ke BPK dan KPK,“ ujar politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Seperti diketahui BPK RI telah menyerahkan hasil audit investigatif kepada DPR RI,  Selasa (13/6) lalu. Laporan investigatif itu merupakan tahap awal terhadap Pelindo II,  yang menyangkut perpanjangan kontrak JICT antara Pelindo II dan Hutchinson.

Adapun potensi kerugian negara dalam kasus itu, sebesar Rp 4,08 T. Tahap  selanjutnya BPK, melakukan investigasi terhadap perpanjangan Koja, Global Bond dan proyek Kali Baru Pelindo II. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.