Sambut Bulan K3 Nasional, PetroChina Gelar First Aider Competition 2020

Penulis : Jumalis
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM – Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan perusahaan.

Memperingati Bulan K3 Nasional yang jatuh bulan Februari, PetroChina International Jabung Ltd menggelar First Aider Competition 2020.

First Aider Competition atau pemberian pertolongan segera kepada korban sakit ini digelar selama dua hari, 25 -2 6 Januari 2020, di Betara Gas Plant (BGP), Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Panitia First Aider Competition 2020, dr Sri Putri Handayani menyebutkan, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional.

Lomba ini diikuti karyawan internal PetroChina. Selain itu juga mengundang tujuh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur, diantaranya Mound’r, PT WKS, PT Graha Buana Energi, PT SNP, PT Patra Energi dan PT Dua Raja Balohan.

Materi lomba ini meliputi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Jika terjadi kecelakaan kerja dilombakan upaya penanganannya.

Field Operation & Maintenance Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Rudy Hermawan menambahkan, untuk menilai lomba ini diundang dewan juri dari Dinas Kesehatan, Dinas Nakertrans dan PMI Provinsi Jambi.

Rudy menjelaskan, First Aider Competition 2020 ini bertujuan melihat sejauhmana penguasaan tindakan pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan kerja sebelum dibawa ke rumah sakit.

Rudy menilai, peserta lomba rata-rata sudah menguasai materi yang ditanyakan. Tinggal lagi bagaimana melakukan penanganan terhadap pasien yang harus diperlihatkan dalam simulasi.

Salah seorang dewan juri dari Dinas Nakertrans Provinsi Jambi, Subarta, memberi apresiasi yang tinggi kepada PetroChina yang menyelenggarakan lomba ini. Kegiatan ini mampu mendorong dan memberi wawasan kepada para pekerja dalam melakukan K3.

Subarta menjelaskan, dari peserta yang mengikuti lomba ini, secara teori semuanya sudah siap. Responnya juga bagus. Hanya saja praktek memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) harus terus dilatih.

“Bila ada pasien tidak sadar, bagaimana penanganannya, dan seperti apa tahapan yang harus dilakukan,” kata Subarta mencontohkan. ***

Kategori Kesehatan,Petrochina

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.