Sampah Infeksius Rumah Isolasi Covid-19 Bapelkes Dibakar di Tangerang

Penulis : Tim Liputan || Editor : Redaksi

Sampah infeksius Rumah Isolasi Bapelkes Jambi (foto : ist)

INFOJAMBI.COM – Sampah infeksius yang dihasilkan Rumah Isolasi Bapelkes Provinsi Jambi, ternyata mencapai ratusan kilogram selama sekitar 20 hari.

Sampah itu dikumpulkan oleh tiga orang petugas Bapelkes. Mereka bersedia menjadi relawan penanganan pasien covid-19. Setiap 20 hari sekali sampah itu baru dimusnahkan.

Pemusnahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu ternyata tidak boleh sembarangan. Sampah infeksius dari Bapelkes di Pijoan, Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi dibawa ke Tangerang, Banten.

Kepala Bapelkes Provinsi Jambi, Ahmad Fauzi SH M.Kes mengungkapkan, sampah infeksius yang dihasilkan dari penanganan pasien covid-19 dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Itupun tidak boleh sembarangan. Harus dibakar pakai mesin yang panasnya 800 derajat celcius,” kata Fauzi, Senin malam, 5 Oktober 2020.

Fauzi menjelaskan, sampah infeksius dari Rumah Isolasi Bapelkes Pijoan diangkut oleh perusahaan ekspedisi PT Kenali Indah Sejahtera ke lokasi pembakaran milik PT Jasa Medivest di Tangerang.

Untuk menjamin keamanan limbah medis itu, setelah diolah dan dimusnahkan sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pihak Bapelkes Jambi menerima sertifikat dari PT Jasa Medivest.

Pemusnahan limbah medis asal Rumah Isolasi Bapelkes Jambi didanai oleh anggaran BTT Covid-19 Provinsi. Biayanya lumayan besar, 25 – 30 ribu rupiah per kilogram.

Fauzi menjelaskan, awalnya tidak ada petugas Bapelkes yang berani mengurus sampah infeksius ini. Namun setelah diberi pemahaman akhirnya mereka bersedia menjadi relawan, dan diberi honor Rp 75 ribu per hari.

“Hari ini kali keempatnya sampah itu diangkut ke tempat pemusnahan. Rata-rata setiap kali angkut 600 kilogram,” ujar Fauzi.

Penanganan sampah di Rumah Isolasi Bapelkes Jambi diapresiasi oleh sejumlah pasien covid-19 yang dirawat di sana.

“Sampah diambil ke kamar-kamar pasien dua kali sehari. Kamar kami jadi selalu bersih. Petugasnya juga ramah-ramah,” ujar DI, 48 tahun, salah seorang pasien covid-19 yang dirawat di Rumah Isolasi Bapelkes.

Apresiasi juga disampaikan pasien lainnya, SW. “Terimakasih buat pegawai Rumah Idolasi Bapelkes. Semoga pekerjaan ini menjadi ibadah. Saya pribadi sangat mengapresiasi. Luar biasa untuk tim. Sehat selalu,” katanya.

Begitu pula MA. Pasien perempuan ini sangat berterimakasih pada tenaga kesehatan dan para petugas Bapelkes Jambi yang telah melayani dengan baik dan memberi fasilitas senyaman mungkin.

“Kami merasa nyaman, baik nakes, dokter, ambil sampah, pengantar makanan, semuanya membuat kami senang. Semoga kebahagiaan ini membawa kita sehat walafiat dan hasilnya jadi negatif serta bisa berkumpul lagi dengan keluarga,” ungkap MA. ***

Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.