Sapat Jadi Primadona Masyarakat Tanjabbar Jelang Ramadhan

Tradisi ziarah ke Sapat jelang Ramadhan

KUALATUNGKAL — Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1438 Hijriah, hampir tiap jam masyarakat Kabupaten Tanjabbar pengguna transportasi laut membeli tiket untuk pergi ziarah ke Sapat, Tembilahan, Riau.‎

Akibatnya terjadi peningkatan penumpang di pelabuhan Kuala Tungkal, ditambah masuknya libur sekolah.

Kepala UPTD Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (LLASDP) Kuala Tungkal, M Manalu, membenarkan, terjadinya peningkatan penumpang transportasi laut.

“Biasanya speedboat paling banyak hanya diisi 10 orang. Saat ini rata-rata speedboat penuh, bahkan sampai ada yang carter pulang pergi. Hampir 75 persen mereka pergi ziarah ke Sapat,” kata Manalu.

Dengan peningkatan penumpang di beberapa pelabuhan Kuala Tungkal, seperti Pelabuhan Ampera, Kuatik dan LASDP, meningkat pula ekonomi di sekitar pelabuhan. Hanya yang dikhawatirkan calo-calo tiket, terutama orang baru yang mau ziarah.

“Sekarang anak pesantren sudah libur, tinggal lagi sekolah-sekolah umum yang belum meliburkan siswanya. Otomatis jumlah penumpang meningkat,” sebutnya.

Berapa jumlah pengguna transportasi laut yang membuat peningkatan, Manalu belum tahu pasti. “Persentasenya belum tahu. Belum direkap. Jum’at nanti ada sekolah yang meliburkan siswanya, nanti sekaligus kita lakukan perekapan,” tukasnya.

H Anwar Sadat, pengurus Pondok Pesantren Al Baqiyatush Shalihat, di Jalan Sri Soedewi, Kuala Tungkal, membenarkan pihak pondok sudah meliburkan para santrinya.

Selama Ramadhan santri diliburkan hingga lebaran. Bagi santri yang libur, di kampung halaman mereka bertugas sebagai imam, bilal dan penceramah.

“Ini sudah rutinitas bagi santri yang pulang kampung. Pengabdianlah bagi anak-anak pesantren di kampung halamannya. Setiap Ramadhan mereka mengisi kegiatan rohani di kampung halaman,” katanya. (infojambi.com)

Laporan : Raini

 

Kategori Agama

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.