Senin, 18 Desember 2017 | 17:47

Satpol PP Batanghari Amankan 17 Anak Punk

INFOJAMBI.COM — Kehadiran anak punk di Kabupaten Batanghari menjadi sorotan warga. Bergaya sesukanya menggunakan baju compang camping, bermodal gitar kecil, belasan anak punk mengamen di kawasan Taman Remaja Muara Tembesi.

Gaya berpakaian anak punk, serta tubuh yang dihiasi dengan tato, membuat warga kuatir dengan kehadiran mereka. Warga Tembesi langsung membuat laporan ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpolpp) Batanghari agar segera mengamankan belasan anak punk tersebut.

Berdasarkan laporan tersebut, Satpol PP Batanghari terjun ke lokasi mengamankan belasan anak punk. Satu dalton diturunkan, belasan anak punk diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP.

“Setelah menerima laporan masyarakat setempat yang menilai kehadiran anak membuat resah warga, tim terjun ke lokasi untuk mengamankan mereka,” kata Kabid Operasi Satpol PP Batanghari, Yaakin.

Dari 17 anak punk yang diamankan, 8 orang berasal dari Tangerang, satu dari Muarabulian, sisanya Kota Jambi. Tiga anak punk merupakan perempuan masih berumur belasan tahun.

Dua hari lalu sebagian dari mereka mengikuti acara komunitas anak punk di Riau. Dengan modal tumpangan mereka turun di Tembesi dan bertemu dengan anak punk Batanghari.

Setibanya di kantor Satpol PP Batanghari, satu per satu dimintai keterangan hingga menandatangi surat pernyataan agar tidak berkeliaran di Batanghari.

Mereka diperiksa petugas, namun tidak ditemukan senjata tajam. Pihak Satpol PP menyita ikat pinggang anak punk yang diduga bisa digunakan untuk kejahatan.

Belasan anak punk tersebut diberi pengarahan dan menandatangani surat pernyataan. Untuk mengembalikan anak punk ke kota asalnya, Pemkab Batanghari belum mempunyai anggaran.

“Kita hanya mengamankan, setelah diberi arahan, mereka langsung kita antar ke perbatasan. Untuk anggaran anak punk hingga kini belum ada di Batanghari,” tegas Yaakin.

Tidak adanya anggaran dan pembinaan anak punk, juga diakui oleh Kabid Sosial Batanghari Fauzan. Dikatakannya, hingga kini belum ada anggaran maupun tempat penampungan anak punk.

“Belum ada, karena dianggap meresahkan warga makanya mereka diamankan petugas. Selanjutnya diantar ke perbatasan,”ungkap Fauzan. (Raden Soehoer — Batanghari)

 

Kategori Keluarga

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.