Rabu, 18 Oktober 2017 | 21:38

Satu Korban Longsor Penoban Belum Ditemukan

Kepala BPBK Tanjabbar, Saefuddin
Kepala BPBK Tanjabbar, Saefuddin

KUALATUNGKAL — Pasca tanah longsor di Dusun Mahau, Desa Penoban, Batangasam, Tanjabbar, upaya evakuasi dan pencarian satu korban terpaksa dihentikan. Cuaca tidak bersahabat dan medan yang sulit jadi kendala.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Tanjabbar, Saefuddin, pencarian tetap diteruskan. Korban yang belum ketemu adalah Lamban (70), warga Desa Talangjakung, , Inhil, Riau.

Saat ini semua anggota BPBK, SAR Jambi, TNI, polisi dan penduduk masih siaga di lokasi longsor. Mereka fokus mencari Lamban yang diduga kuat sudah tewas.

Saefuddin mengungkapkan, sulitnya medan ke lokasi longsor lantaran lokasinya berada di kawasan Hutan Produksi (HP) yang masih sangat lebat. Hari ini Tim Reaksi Cepat (TRC) sempat dikirim ke lokasi.

Setiba di lokasi, tim langsung melakukan pencarian secara manual. Tim dibekali cangkul, chainsaw, cangkul, parang dan skop. ‎Lokasi yang longsor berada di Bukit Condong, sekitar tiga kilometer dari Desa Penoban.

Kades Penoban, Sulaiman, menyatakan, tim penyelamat kesulitan menembus medan longsor, karena terjal dan bebatuan. Pencarian terpaksa dihentikan sekitar pukul 14.30 WIB karena hujan.

“Kami khawatir kalau dilanjutkan terjadi longsor susulan,” kata Sulaiman.

Evakuasi ini melibatkan 60 personil, terdiri dari Tim SAR Jambi, BPBK Tanjabbar, TNI, Polri dan warga. Pencarian tidak bisa menggunakan alat berat karena sulitnya medan.

Longsor terjadi Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Hanya saja warga baru tahu Senin (14/11) siang. Malam itu memang hujan deras. Korban yang sudah ditemukan adalah Acung (28) dan sudah dimakankan di kampungnya. (infojambi.com/D)

Laporan : Raini

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.