Senin, 24 September 2018 | 15:07

Sejumlah Petani Babat Sawit Untuk Beralih Menanam Kopi

Laporan Willy Bronson

Bupati Tanjab Timur, H Romi Hariyanto, (depan) saat melihat melihat kebun kopi milik warga di Parit Antara Desa Sungai Beras.

INFOJAMBI.COM – Sejumlah petani kelapa sawit di Desa Sungai Beras Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, rela menebang pohon kelapa sawit miliknya, demi untuk bertanam kopi.

Padahal, hasil berkebun kelapa sawit selama ini, menjadi andalan perekonomian mereka. Kenyataa nini terungkap, saat Bupati Tanjab Timur, H Romi Hariyanto, berkunjung ke Parit Antara Desa Sungai Beras, Rabu (12/9/2018).

Romi yang datang bersama sejumlah stafnya, sengaja menemui para penggiat tanaman kopi di sana. Selama lebih empat jam di Parit Antara, Romi menyempatkan diri meninjau langsung lokasi pembibitan, penanaman hingga penggilingan kopi. Dia juga berdialog dengan para petani untuk memastikan apa saja yang menjadi harapan petani, khususnya terkait pengembangan kopi Liberika.

Dari dialog itu terungkap, potensi kopi lebih menjanjikan. Terutama sejak Romi menggaungkan pengembangan kopi Liberika beberapa bulan lalu. Bahkan salah seorang petani, Idris (50) mengaku sudah membabat satu hektar kebun sawitnya demi lebih serius bertanam kopi.

Bupati Romi ketika berdialog dengan petani kopi Liberika.

Sebenarnya Idris dan sejumlah rekannya tidaklah asing bertanam kopi. Hanya saja, selama ini kopi cuma tanaman sambilan sebagai tanaman tumpang sari dengan tanaman utama, seperti kelapa dan pinang.

Secara tradisional tanaman kopi sudah puluhan tahun ada di Desa Sungai Beras, khususnya Parit Antara.
Setelah Romi mengirim sejumlah petani dan PPL ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jember Jawa Timur, semangat petani untuk serius mengembangkan perkebunan kopi Liberika di desa mereka semakin tinggi.

“Sejak kami difasilitasi Bupati ke Jember, kami jadi lebih mengerti bagaimana bertanam kopi secara profesional. Banyak ilmu tentang bertanam kopi yang kami peroleh, mulai saat ini sudah kami terapkan,” kata Warisno (38), salah seorang petani.

Warisno memang terpilih sebagai perwakilan petani yang diberangkatkan Romi, ke Puslitkoka Agustus lalu. Bersama Warisno juga turut serta M Amin, pemuda yang menekuni pengusahaan pasar kopi bagi petani Desa Sungai Beras.

Bupati Romi memberi apresiasi atas keseriusan warganya untuk bertanam kopi. Dia berjanji akan terus membantu terutama bimbingan dan bantuan sejumlah peralatan pendukung.

“Saya sangat mendukung apa yang bapak – bapak lakukan, seriusilah kopi ini, kami pemerintah daerah akan sekuat tenaga mendukung. Percayalah, kopi ini akan lebih menjanjikan untuk masa depan,” ucapnya.

Ditambahkannya, saat ini Pemkab Tanjab Timur sudah menjadi mitra Puslitkoka, untuk pengembangan kopi di Tanjab Timur. Romi berkeyakinan bahwa dengan pengelolaan berbasis riset, tingkat keberhasilan petani akan lebih tinggi.

“Apalagi saat ini konsumsi kopi nasional masih 300 ribu ton pertahun. Peluang yang sangat besar bagi kita yang jeli menangkap peluang tersebut,” tutupnya.***

Editor : M Asrori S


Kategori Tanjung Jabung Barat

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.