Sekda dan Ketua MUI Kocok Teh Telur Tandai Re-Opening Sate Eddy Mayang

Sekda Kota Jambi dan Ketua MUI Provinsi Jambi mengocok teh talua pada re-opening Sate Eddy Mayang.

Reporter: DOD | Editor: Admin
Sekda dan Ketua MUI Kocok Teh Telur Tandai Re-Opening Sate Eddy Mayang
Sekda Kota Jambi dan Ketua MUI Provinsi Jambi mengocok teh talua pada re-opening Sate Eddy Mayang | foto : willy alfonzo

INFOJAMBI.COM — Aroma khas sate yang melegenda kini berpadu dengan suasana lebih segar dan kekinian. Sate Eddy Mayang, salah satu destinasi kuliner favorit di Kota Jambi, resmi menggelar acara Grand Re-Opening, Senin (2/2/2026) malam.

Mengusung konsep desain yang santai, namun tetap elegan dan modern, peresmian ini menandai babak baru bagi unit usaha yang telah lama memanjakan lidah masyarakat Jambi tersebut.

Baca Juga: Kapolda Hadiri Apel Bersama Penanganan Covid-19

​Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A Ridwan.

Kehadiran Sekda Kota Jambi yang didampingi istri tersebut merupakan representasi dari Pemerintah Kota Jambi.

Baca Juga: Corona Terus Bertambah, Kota Jambi Masih Tertinggi, Zona Merah Pula

Dalam sambutannya, Ridwan menyampaikan permohonan maaf serta salam hangat dari Wali Kota Jambi, Maulana, yang tidak dapat hadir langsung karena sedang mengemban tugas negara mengikuti agenda Rakor Pimda se-Indonesia di Sentul, Bogor.

Transformasi Sate Eddy Mayang terlihat jelas dari penataan ruangnya.

Baca Juga: Anak Buah Syarif Fasha Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Pemiliknya mengkombinasikan elemen interior modern minimalis dengan atmosfer yang hangat, membuat tempat ini tidak hanya nyaman untuk makan keluarga, tapi juga sangat representatif sebagai tempat pertemuan formal maupun ruang kreatif bagi generasi muda.

​Ridwan memuji langkah berani pengelola Sate Eddy Mayang. Menurutnya, inovasi ini adalah langkah krusial agar produk lokal mampu bersaing di tengah gempuran kuliner modern. 

"Pemerintah Kota Jambi sangat mendukung pelaku usaha yang berani bertransformasi. Sate Eddy adalah bukti bahwa kuliner tradisional bisa naik kelas tanpa kehilangan jati dirinya," tegasnya.

Kemeriahan acara semakin bermakna dengan kehadiran Ketua MUI Provinsi Jambi, M Umar Yusuf. 

Umar Yusuf tidak hanya hadir untuk memberikan doa restu, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi para pelaku usaha. 

Dalam tausiyahnya, Umar Yusuf menekankan bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak hanya diukur dari neraca laba rugi, melainkan dari keberkahan cara mendapatkannya.

​"Berdaganglah dengan jujur, karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Namun, yang paling utama adalah jangan pernah takut kekurangan karena berbagi. Gemar bersedekah akan membuka pintu-pintu rezeki yang tidak disangka-sangka," pesannya.

Pesan ini seolah menjadi landasan spiritual bagi manajemen Sate Eddy Mayang dalam menjalankan usahanya ke depan. Alur acara yang khidmat namun santai ini ditutup momen unik dan sarat makna menandai dimulainya prosesi peresmian.

Berbeda dari seremoni potong pita pada umumnya, acara ini dibuka secara simbolis melalui tradisi mengocok Teh Telur bersama oleh Sekda Kota Jambi, A Ridwan dan Ketua MUI Provinsi Jambi, M Umar Yusuf.

Aksi mengocok minuman tradisional tersebut menjadi metafora visual tentang kekuatan, kesabaran, dan ketekunan dalam membangun sebuah usaha. 

Suasana khidmat seketika berubah menjadi hangat dan penuh keakraban saat kedua tokoh tersebut piawai mengolah teh telur hingga berbusa sempurna, yang kemudian dinikmati bersama sebagai tanda dimulainya operasional wajah baru Sate Eddy Mayang.

Dengan wajah baru ini, Sate Eddy Mayang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga kualitas rasa yang telah menjadi warisan turun-temurun. 

Kehadiran sejumlah tokoh masyarakat dalam acara ini juga mempertegas posisi Sate Eddy sebagai titik temu lintas generasi di Kota Jambi.

​Melalui re-opening ini, Sate Eddy Mayang berharap dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Jambi untuk terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, namun tetap memegang teguh nilai-nilai moral dan kearifan lokal dalam berbisnis. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya