Sentimen Publik Positif, Media Center Sebut Satu Tahun Kepemimpinan Maulana - Diza Ekonomi Tumbuh

Tepat satu tahun sudah estafet kepemimpinan di Kota Jambi berpindah tangan.

Reporter: Rel | Editor: Admin
Sentimen Publik Positif, Media Center Sebut Satu Tahun Kepemimpinan Maulana - Diza Ekonomi Tumbuh
istimewa

INFOJAMBI.COM - Tepat satu tahun sudah estafet kepemimpinan di Kota Jambi berpindah tangan. Sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 lalu, pasangan Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dan Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., telah melintasi dinamika pemerintahan dengan visi besar: mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

​Memasuki 20 Februari 2026, potret ibu kota Provinsi Jambi ini mulai bersalin rupa. Bukan sekadar perubahan fisik, namun ada denyut ekonomi yang lebih kencang dan tata kelola pemerintahan yang semakin presisi.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gelar Rakor dengan Wartawan

Pencapaian demi pencapaian yang dirangkum oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi menjadi bukti bahwa janji kampanye bukan sekadar jargon politik, melainkan peta jalan yang dieksekusi dengan nyata.

​Mursyid Y Sonsang, Tokoh Pers Jambi yang kini menjabat sebagai Direktur Media Center Pemenangan Maulana-Diza, memberikan catatan kritis sekaligus apresiatif terhadap satu tahun perjalanan ini.

Baca Juga: Mursyid Sonsang Terpilih Ketua HMM Kota Jambi

Menurutnya, rilis data yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jambi merupakan cermin dari transparansi dan keseriusan pemimpin dalam bekerja.

"Pencapaian yang disampaikan melalui Kominfo ini sangat tepat waktu dan akurat. Ini menjadi tolak ukur bagi publik untuk melihat sejauh mana kemajuan dan keseriusan Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam membangun Jambi. Data tidak bisa berbohong, dan angka-angka ini menunjukkan tren yang menggembirakan," ujar Mursyid, Jumat (20/2).

Baca Juga: Tahun Depan Jambi Punya Sekolah Pertambangan

Mursyid juga menyoroti aspek harmonisasi di kursi kepemimpinan. Menurutnya, kunci sukses setahun terakhir adalah "dwitunggal" yang akur. Maulana dengan latar belakang medis dan birokrasi yang matang, berpadu apik dengan Diza yang membawa energi muda serta wawasan ekonomi global.

"Pasangan Maulana-Diza memiliki nilai plus pada kekompakan mereka. Mereka menjalankan roda pemerintahan dengan akur dan akurat. Tidak ada matahari kembar. Keduanya bergerak seirama, memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak langsung ke akar rumput. Harmonisasi ini adalah modal utama stabilitas daerah," tambahnya.

Merujuk pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jambi, pertumbuhan ekonomi kota ini sepanjang tahun 2025 tercatat stabil di angka 4.75%.

Di tengah fluktuasi ekonomi dunia, angka ini menunjukkan ketangguhan (resilience) ekonomi lokal. Tingkat inflasi bulanan (m-to-m) pada tahun yang sama pun berhasil ditekan hingga menyentuh 0.34%.

​Stabilitas makroekonomi ini bukan tanpa efek. Dampaknya terasa langsung pada kantong masyarakat. Angka kemiskinan di Kota Jambi tercatat menyusut, dari 7.73% di tahun 2024 menjadi 7.69% pada akhir 2025. Pemerintah kota kini menatap target ambisius sebesar 6.70% pada tahun 2030 mendatang.

Sebagai kota perdagangan dan jasa dengan luas wilayah 169,89 KM², Kota Jambi di bawah Maulana-Diza berhasil mengoptimalkan posisi geostrategisnya.

Hal ini terlihat dari penurunan ketimpangan pendapatan atau Gini Ratio. Pada tahun 2025, Gini Ratio Kota Jambi berada di angka 0.339, turun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 0.395.

​"Turunnya angka Gini Ratio ini menandakan bahwa distribusi pendapatan di masyarakat semakin merata. Pembangunan tidak lagi hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, tapi mulai menyentuh lapisan bawah melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif," jelas narasi dalam laporan capaian satu tahun tersebut.

Keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari beton dan aspal, melainkan dari kualitas manusianya. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi terus merangkak naik. Dari angka 81.77, kini melonjak menjadi 82.32 di tahun 2025.

​Lonjakan IPM ini berbanding lurus dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 7.08% dari sebelumnya 7.38% di tahun 2024. Sektor pendidikan menjadi tulang punggung dalam capaian ini. Melalui program 11 unggulan, pemerintah memastikan akses pendidikan yang lebih inklusif.

Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga mencatat rekor positif. Pada tahun 2024, pendapatan daerah mencapai Rp 43.375,48 miliar, naik lebih dari Rp 3 triliun dibandingkan tahun 2023.

Ekspansi aktivitas ekonomi ini semakin dikuatkan dengan kehadiran program Rumah Kreatif (Rumel), pelatihan Balai Latihan Kerja (Balikat), serta akses pembiayaan Bantuan Harapan Masyarakat (Banharkat) bagi pelaku usaha lokal.

Meski menuai banyak pujian, perjalanan Maulana-Diza bukan tanpa kerikil. Kritik dari berbagai elemen masyarakat tetap mengalir, mulai dari isu kemacetan hingga tata ruang. Namun, bagi Mursyid Sonsang, kritik adalah vitamin bagi demokrasi.

​"Tentu banyak hal yang harus menjadi catatan. Ini tantangan kompleks bagi Maulana-Diza. Kami sebagai pengamat menaruh harapan besar agar kepemimpinan ini tidak keluar dari zona pencapaian visi-misi Kota Jambi Bahagia. Kritik harus dijawab dengan inovasi, bukan dengan pembelaan kata-kata," tegas Mursyid.

Salah satu tantangan terberat tahun lalu adalah pemotongan alokasi transfer dana dari pemerintah pusat. Namun, Pemkot Jambi meresponsnya dengan cerdik.

Melalui efektivitas belanja dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), ketergantungan terhadap pusat berhasil ditekan. Hasilnya luar biasa: target PAD tercapai hingga 109%.

Sentimen Publik: Kepercayaan yang Terjaga

​Wakil Direktur Media Center Bidang Cyber, Moch Idris, mengungkapkan bahwa selama setahun terakhir, sentimen publik terhadap pasangan Maulana-Diza tetap berada di zona positif.

Berdasarkan data Google Trend dan analisis media sosial (Instagram, TikTok, dan Facebook), kepercayaan masyarakat tetap konsisten.

​"Angka global trend untuk Maulana-Diza masih menunjukkan grafik yang stabil dan cenderung naik. Ini membuktikan bahwa komunikasi publik yang dibangun pemerintah berjalan efektif. Masyarakat merasa terlibat dan melihat langsung aktivitas pemimpinnya di lapangan," ungkap Idris.

​Kehadiran Maulana dan Diza di tengah masyarakat baik dalam kegiatan formal maupun interaksi santai di media sosial menciptakan kedekatan emosional.

"Masyarakat masih sangat percaya pada kepemimpinan ini. Mereka melihat kerja nyata, bukan sekadar pencitraan," pungkasnya.

Satu tahun pertama ini barulah fondasi. Fokus pemerintah ke depan adalah akselerasi investasi produktif, penguatan industri hilir, dan transformasi digital.

Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menjaga keseimbangan antara kebijakan yang populis dengan keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Kini, dengan fondasi ekonomi yang tangguh dan dukungan sosial yang kuat, Kota Jambi siap melangkah menuju visi besarnya: menjadi kota perdagangan dan jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera (BAHAGIA).

Perjalanan masih panjang, namun di bawah komando Maulana-Diza, arah menuju Jambi yang lebih baik kini semakin benderang. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya