Setya Novanto Kaget TKW Kehilangan Ginjal

Setya Novanto

JAKARTA – Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov) mengaku terkejut dengan kasus dugaan pencurian ginjal TKW asal NTB, Sri Rabitah di Qatar Timur Tengah itu. Sri Rabitah dikabarkan kehilangan salah satu ginjalnya yang diduga kuat telah dicuri.

Kalau itu benar, maka perbuatan itu sangat terkutuk. Tapi, belakangan Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menegaskan, jika kedua ginjal Sri Rabitah masih ada.

“Maka saya mendukung semua langkah yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini Kemenlu, Kemenaker dan BNP2TKI, untuk menyelesaikan kasus itu. Sebagai Pimpinan DPR RI, saya pastikan DPR khususnya Komisi-Komisi ketenagakerjaan bersama Pemerintah akan menyelesaikannya dengan solusi terbaik,” tegas Setnov pada wartawan di gedung DPR RI Jakarta, Selasa (28/2).

Menurutnya, Pemerintah harus segera melakukan data ulang dan langkah antisipasi serta memberikan perlindungan kepada seluruh TKI yang bekerja di luar negeri, termasuk TKI ilegal, agar kasus serupa tidak terulang lagi.

“Saya mengutuk siapapun pelaku perbuatan keji kepada Sri Rabitah. Sungguh di luar nalar dan akal sehat, masih ada orang-orang yang tega berbuat sadis yang tidak berprikemanusiaan,” ujarnya.

Apalagi ada segelintir warga negara Indonesia, sebangsa dan setanah air yang bekerja di perusahaan TKI yang memberangkatkan Sri Rabitah di Qatar, terlibat penyiksaan terhadap TKW yang ada di Timur Tengah.

Setnov meminta aparatur penegak hukum menindak tegas orang-orang tersebut, segera menutup dan mencabut izin perusahan TKI penyalur, sejalan dengan proses pengusutan kasus yang menimpa Sri Rabitah.

“Saya berharap, kita semua agar konsen terhadap permasalahan ini, agar kasus perdagangan orang, seperti yang menimpa Sri Rabitah dan para pahlawan devisa negara ini, tidak terulang lagi,” katanya.

Salah Paham

Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, menegaskan, jika kedua ginjal Sri Rabitah, TKI NTB yang dikabarkan hilang, ternyata masih ada. Sri Rabitah hanya salah menginformasikan dan menyebarkannya ke masyarakat luas. Karena itu dia meminta maaf atas kesalahan itu.

Pihak RSUD Provinsi NTB, BP3TKI Mataram dan Sri Rabitah TKI asal NTB itu di Rumah Sakit, secara langsung menjelaskan kepada wartawan, bahwa telah terjadi kesalah pahaman, terkait informasi bahwa salah satu ginjalnya tidak ada.

“Jadi, saya meminta maaf kepada masyarakat luas atas  penyebaran informasi yang salah itu,” pungkas Sri Rabitah. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.