Sikapi Pro-Kontra Sidak Rumah Sakit, Zola Tulis “Surat Terbuka”

Zumi Zola

KOTAJAMBI — Beragam pendapat mencuat, menanggapi inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Raden Mattaher yang dilakukan Gubernur Jambi, Zumi Zola, Jum’at, 20 Januari lalu.

Pemberitaan media massa sepekan terakhir umumnya tertuju ke sidak itu. Di media sosial apalagi. Komentar bernada mendukung dan menentang sikap Zola saat sidak, berseliweran di Facebook, Twitter dan sejenisnya.

Zola pun sudah menjelaskan duduk persoalan dan latar belakang dilakukannya sidak. Selang beberapa hari, Zola tampil di salah satu televisi nasional. Dia juga menjelaskan masalah sidak tersebut.

Di Jambi, pada beberapa agenda kegiatan gubernur, seusai acara Zola selalu ditanya wartawan seputar sidaknya ke rumah sakit plat merah itu. Dengan sabar, Zola pun menjelaskannya secara detil.

Belakangan, muncul aksi sejumlah perawat di Palu, Sulawesi Tengah. Para perawat di sana menyatakan tidak bisa menerima perlakuan Zola terhadap sejumlah perawat RSUD Raden Mattaher, pada malam sidak.

Zola pun tak tinggal diam. Dia akhirnya membuat Surat Terbuka di Facebook. Melalui akun @KantiZumiZola, gubernur muda ini menulis :

Pada Jumat pekan lalu, saya selaku Gubernur Jambi melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher.

Karena rumah sakit ini milik pemerintah daerah, saya merasa bertanggung jawab penuh untuk memonitor serta mengevaluasi kinerja seluruh satuan RSUD Raden Mattaher.

Sekitar pukul 01.00, saya menemui fakta yang mengejutkan di lapangan. Ternyata, ada kelalaian dari sebagian kecil petugas rumah sakit ini. Saya sempat tersulut emosi, tetapi tidak sampai terlewat rasanya sikap saya.

Lalu kenapa saya emosi? Jawaban saya adalah, sewaktu itu, saya memposisikan diri sebagai pasien atau keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD.

Membayangkan jika saja saya di posisi pasien, sedang petugas jaganya tidak standby atau lalai dalam bertugas, saya tentu saja akan kecewa berat.

Bayangkan jika yang berobat ibu, bapak, saudara, tetangga atau Anda sendiri, ketika sedang butuh bantuan medis akibat sakit yang diderita, tetapi petugasnya lalai atau tidak siaga, apa yang akan Anda lakukan? Sudah tentu panik dan kecewa berat, bukan?

Pekerjaan di rumah sakit atau tim medis, adalah pekerjaan mulia dan mengandung resiko besar. Urusannya nyawa. Salah tindakan atau terlambat mengambil tindakan, nyawa pasien akan jadi taruhan. Mengerikan bukan?

Maka itu, saya berpendapat, tim medis di rumah sakit daerah kita, harus benar-benar profesional, siaga dan cekatan secara profesional kepada para pasien yang dirawat.

Usahakan jangan lalai, selalulah siaga, aturlah waktu istirahat sebaik mungkin dan tidak mengganggu pelayanan terhadap pasien.

Saya juga dengan ini menyatakan tidak ada maksud apa pun dalam sidak yang kontroversial itu. Tidak ada maksud memalukan orang, menyudutkan orang, menyalahkan orang, atau menghina orang.

Semua saya lakukan murni untuk merealisasikan keluhan-keluhan masyarakat Jambi yang berobat di RSUD selama ini.

Sudah menjadi rahasia umum, rumah sakit daerah milik kita bersama ini, pelayanannya belum maksimal.

Sekali lagi, belum maksimal. Memang sudah baik, tapi belum memuaskan masyarakat atau pasien yang berobat di sana.

Sejak saya diberi amanah menjadi Gubernur Jambi, keluhan-keluhan atas pelayanan rumah sakit umum daerah kita, bertubi-tubi masuk ke saya.

Sewaktu itu, saya belum ada moment yang pas untuk melakukan sidak yang bertujuan untuk perbaikan rumah sakit itu sendiri.

Tetapi, pada Jumat lalu, saya menilai ini adalah moment yang tepat. Makanya sidak tersebut saya lakukan. Hasilnya sesuai dengan laporan masyarakat selama ini.

Setelah sidak, pro dan kontra mencuat di masyarakat. Ada yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Saya paham itu.

Di era demokrasi saat ini, kebebasan berbicara dan berpendapat dilindungi undang-undang. Semua sah mengemukakan pendapat asal santun dan bermaksud memberi masukan. Saya sangat paham soal ini.

Terus terang, saya tak terlalu memikirkan itu. Karena saya percaya dan sangat yakin bahwa kinerja saya sebagai pelayan masyarakat, sudah saya lakukan sebaik yang saya bisa.

Tujuan sidak ini juga sangat baik. Intinya, bagaimana aksi kemarin bisa membawa pengaruh positif bagi pelayanan RSUD Raden Mattaher.

Jika ada perubahan positif, tentunya yang menikmati hasil nanti adalah pasien yang notabene adalah rakyat Jambi.

Apakah tujuan saya tercapai? Pasien dan masyarakat Jambi sendirilah yang menilainya.

Hasil evaluasi dan pengamatan kami, usai sidak kemarin, ada perubahan positif di RSUD yang kita cintai itu. Arahnya sangat positif. Sangat menggembirakan. Secara pribadi, saya menilai tujuan kita bersama tercapai.

Petugas medis di RSUD Raden Mattaher telah berbenah. Mereka secara kompak berusaha memperbaiki diri.

Semua menjadi siaga dan sigap. Mulai dari jajaran administrasi sampai tim medis, kini jauh lebih semangat ketimbang sebelum sidak. Coba saja sendiri kalau tidak percaya.

Dengan ribuan petugas RSUD, semuanya bertindak ramah, santun, cekatan, siaga dan profesional, kita jadi yakin berobat di rumah sakit daerah Raden Mattaher.

Keyakinan berobat saja, saya kira sudah menjadi modal untuk pasien sembuh. Bukan begitu rakyatku yang bijaksana dan cerdas-cerdas?

Berikutnya, kita akan membuat standar pelayanan yang baku. Dengan adanya standar pelayanan ini, kita berharap apa yang sudah baik dilakukan tim RSUD Raden Mattaher saat ini, bisa terus dipertahankan. Kalau bisa, ditingkatkan lagi hingga batas maksimal.

Kita jangan mau kalah dengan rumah sakit swasta. Pelayanan mereka memuaskan, pasien banyak yang nyaman berobat di rumah sakit swasta. Sementara rumah sakit daerah kita, sedikit yang merasakan kepuasan.

Padahal, kita wajib menerapkan pelayanan terbaik karena rumah sakit daerah dibangun dengan tujuan melayani masyarakat umum.

Tak mengenal usia, latar belakang ataupun kondisi ekonomi. Semua yang datang berobat ke RSUD, wajib dilayani secara maksimal. Karena ini adalah tugas utama RSUD.

Jadi, rakyat Jambi yang budiman, mari kita lihat sisi positif dan gambaran besarannya. Bahwa perbaikan pelayanan di rumah sakit daerah, adalah tujuan kita bersama. Dan ini mulai tercapai. Alhamdulillah.

Lewat surat ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim RSUD Raden Mattaher yang mau memahami apa yang saya lakukan, dan mau pula berubah ke arah yang lebih baik.

Juga, saya ucapkan terima kasih kepada dukungan yang diberi oleh masyarakat Jambi atas apa yang kami, Pemprov Jambi, lakukan.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberi semangat kepada kawan-kawan di RSUD Raden Mattaher untuk melakukan perubahan positif.

Pihak-pihak lain yang membantu peningkatan pelayanan rumah sakit kita, juga saya ucapkan terima kasih. Terlalu banyak, maka tak bisa saya sebut satu per satu dalam tulisan ini.

Mari kita bersama-sama, bahu membahu, memberi dukungan atas perubahan pelayanan terhadap RSUD Raden Mattaher. Supaya kita bisa sehat terus, panjang umur, dan bahagia dunia akhirat.

Hormat saya, Zumi Zola, pelayan rakyat Jambi.

Surat Terbuka yang di-posting Jum’at, 27 Januari 2017 ini sepertinya sengaja dibuat, agar masalahnya terang benderang. Zola tidak ingin masalah sidak itu terus menggelinding tidak berkesudahan. (infojambi.com)

Laporan : Doddi Irawan

 

Kategori Kesehatan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.