Sisi Lain Perjuangan TNI Polri Saat Membawa Logistik Pilkada ke Wilayah Terpencil

Laporan Jefrizal

INFOJAMBI.COM – Tanpa lelah dan tidak ada kata menyerah bagi personil TNI Koptu Yondra, Serka Widi Aribowo dan empat anggota lainnya Briptu Asadri, Brigadir Lambok Sihaloho, Brigadir Hakri dan Brigadir Gunawan, untuk menembus desa yang terpencil agar masyarakat dapat menyalurkna hak pilihnya pada pilkada 27 juni 2018 lalu,berikut rangkuman suka duka saat menembus keterprncilan desa Air liki yang membutuhkan waktu sembilan jam untuk sampai ke lokasi.

Usai di lepas secara resmi pendistribusian logistik pilkada serentak, kendaraan yang penuh muatan kotak suara, surat suara, tinta pilih, bergerak menyusuri kota Bangko, menuju Desa Air Liki Kecamatan Tabir Barat, perlu perjuangan berat untuk sampai ke lokasi dan hari selasa pagi sekitar Pukul 08.30 wib, iring iringan kendaraan pengantar logistik bergerak dan butuh lima jam untuk sampai ke bibir sungai, dimana sampan milik masyarakat yang disewa dengan harga Rp 800 ribu per sampan, enam abdi Negara berseragam khas TNI dan Polri ini menembus sulitnya medan di tengah sungai yang beraliran deras, tanpa mengurangi rasa kewaspadaan meraka dengan tulus melaksakan kewajiban sebagai pelayan masyarakat untuk bisa memilih siapa pemimpin Kabupaten Merangin lima tahun mendatang.

Waktu tempuh bagi enam personil ini begitu lama, sebab derasnya air sungai batang tabir membuat laju sampan bermesin menjadi tersendat sendat, namun dengan kelihaian warga yang menjadi juru mudi, arus deras bisa di lalui hanya saja, baju seragam mereka harus basah.
Bukan hanya membekali diri dengan logistic makanan saja,namun kelengkapan di lokasi juga di ,apalagi mereka wajib bis sampai membawa logistic pilkada untuk lima TPS,maka sudah menjadi tangung jawab mereka sukses tidaknya pilkada di desa air liki,dan saat pukul 17.15 wib, enam personil TNI Polri yang mambawa logistik pilkada sampai di rumah kepala Desa Air Liki .

Rasa letih belum pulih, dan pada pukul 08.00 wib semua logistik sudah harus sampai di TPS, dengan bergeas dan berbagi lokasi enam anggota TNI dan POlri ini langsung mendatangi TPS sebab masyarakat akan menyalurkan hak suaranya.

Tugas merekapun bukan hanya mengantar saja, namun juga ikut menjaga keamanan selama warga Desa Air Liki memberikan hak pilihnya di TPS, sehingga pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Usai direkap yang di saksikan petugas pemungutan suara serta saksi dari tiga paslon, kotak suara yang sudah di segel kembali di bawa sekitar pukul 17.00 wib menuju Kecamatan, tepat pukul 01.00 wib dini hari perjuangan berat enam anggota TNI, dan Polri ini sampai ke ibu kota Kabupetn Merangin.

“Sudah tugas kami untuk mengawal dan mengantar logistik pilkada di Desa Air Liki, kami akui bahwa medanya cukup berat namun tangung jawab kami jauh lebih besar untuk bisa mensukseskan helatan pilkada Merangin, “jelas briptu Asadri.

Ada rasa pusing yang di rasakan sepanjang perjalanan, namun kepuasan bagi dirinya adalah pelaksanana pemungutan suara yang sukses jadi obat bagi mereka.
“Rasa pusing karena medan dan derasnya air batang tabir kami rasakan, namun terbayar dengan suksesnya pemungutan suara di sana, “bebernya lagi.

Sementara bagi Koptu Yondra , Desa Air Liki yang menjadi binaannya sudah di hafal betul medan dan karakter alamnya sehingga tidak ada rintangan berarti bagi anggota Kodim 0420 sarko ini.
Banyak suka dukanya setiap tugas yang di emban, namun karena TNI lahir dari Rahim rakyat maka kepentingan rakyat jauh lebih utama dari pada rasa letih.

“Suka duka itu pasti ada,yang jelas kami bangga bisa melayani dan mengamanakn rakyat itu jauh lebih penting dari apapun, dan kami juga bangga mendapatkan tugas mulia ini, “pungkasnya.

Riak batang tabir akan menjadi saksi, bagi warga desa dimana mereka menyalurkan hak pilihnya untuk menentukan siapa pemimpin Merangin lima tahun mendatang, semoga keterisolasian Desa Air Liki bisa di jawab pemimpin yang baru.

Editor Wahyu Nugroho

Kategori Merangin

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.