Panjshir Ditaklukan, Taliban Umumkan Susunan Kabinetnya

Editor: Rahmad

Panjshir sudah berhasil Taliban kuasai. (Ist)

INFOJAMBI.COM – Anadolu Agency meliput kondisi di Provinsi Panjshir, timur Afghanistan, setelah bentrokan bersenjata yang membuka jalan bagi Taliban untuk menguasai wilayah tersebut.

Taliban telah menguasai 33 provinsi dari 34 provinsi di Afghanistan, mengumumkan bahwa Panjshir sudah berhasil mereka kuasai sehingga perang di negara itu secara resmi berakhir pada Senin pagi waktu setempat.

Anadolu Agency, media internasional pertama yang mencapai daerah itu setelah bentrokan, dan mencapai Bazarak, ibu kota provinsi Panjshir. Di sana sudah dipenuhi puluhan pejuang Taliban dengan kendaraan lapis baja.

Memegang kendali gedung administrasi provinsi yang terletak di pusat Panjshir, Taliban mengumumkan bahwa lembah itu sepenuhnya sudah dikosongkan dari pasukan pemberontak yang tergabung dalam Front Perlawanan Nasional.

Setelah Taliban mengambil alih Kabul pada 15 Agustus, Front Perlawanan Nasional, yang dipimpin oleh Ahmad Massoud, putra mantan komandan anti-Taliban Ahmed Shah Massoud, mengajukan serangkaian tuntutan mengenai pemerintahan baru yang akan dibentuk.

Ketika negosiasi antara kedua pihak tidak membuahkan hasil, Taliban mengerahkan pasukan mereka di Panjshir.

Secara terpisah, pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada mengatakan bahwa Taliban berkomitmen pada semua hukum internasional, perjanjian, dan komitmen yang tidak bertentangan dengan hukum Islam menurut tafsirnya.

Komentar itu merupakan pernyataan publik pertamanya sejak perebutan ibu kota Kabul pada 15 Agustus.

“Di masa depan, semua urusan pemerintahan dan kehidupan di Afghanistan akan diatur oleh hukum Syariat yang Suci,” kata Akhundzada.

Akhundzada juga mengucapkan selamat kepada warga Afghanistan atas apa yang disebutnya pembebasan negara itu dari kekuasaan asing. Terlebih lagi Taliban baru saja mengumumkan sederet petinggi Taliban yang mengisi jabatan pemerintahan baru pada Selasa waktu setempat, (7/9/2021).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kabinet pejabat telah dibentuk untuk menanggapi kebutuhan utama rakyat Afghanistan.

Dia mengatakan beberapa kementerian masih harus diisi sambil menunggu perburuan orang-orang yang memenuhi syarat.

Nama-nama yang diumumkan untuk pemerintahan baru tidak memberikan tanda-tanda perdamaian kepada lawan-lawannya. Contoh saja Mullah Hasan Akhund yang ditunjuk sebagai perdana menteri.

Sosok yang dekat dengan almarhum pendiri Taliban Mullah Omar adalah kepala lama badan pembuat keputusan kuat Taliban, Rehbari Shura, atau dewan kepemimpinan.

Dia adalah menteri luar negeri dan kemudian wakil perdana menteri ketika Taliban terakhir berkuasa.

Sedangkan, Menteri Dalam Negeri yang baru, Sirajuddin Haqqani.Mullah Abdul Ghani Baradar yang merupakan kepala kantor politik gerakan yang diberi nom de guerre “saudara” atau Baradar oleh Mullah Omar ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri Pertama.

Terpilihnya dalam jabatan tertinggi pemerintah mengejutkan beberapa orang karena dia bertanggung jawab untuk merundingkan AS, penarikan diri pada pembicaraan di Qatar, dan menghadirkan wajah Taliban ke dunia luar.

Baradar sebelumnya adalah komandan senior Taliban dalam pemberontakan panjang melawan pasukan AS. Dia ditangkap dan dipenjarakan di Pakistan pada 2010, menjadi kepala kantor politik Taliban di Doha setelah dibebaskan pada 2018.

Berikut daftar lengkap yang diterbitkan oleh Taliban dalam mengisi posisi jabatan pemerintahan.

Perdana Menteri – Mullah Mohammed Hasan Akhund

Wakil Perdana Menteri Pertama – Mullah Abdul Ghani Baradar

Wakil Perdana Menteri ke-2 – Mawlavi Abdul Salam Hanafi

Menteri Luar Negeri – Mawlavi Amir Khan Muttaqi

Menteri Pertahanan – Mawlavi Mohammed Yaqoob

Menteri Dalam Negeri – Mullah Sirajuddin Haqqani

Menteri Kehakiman – Mawlavi Abdul Hakim Sharie

Menteri Perbatasan dan Kesukuan – Mullah Noorullah Noor

Kepala Intelijen – Mullah Abdul Haq Wasiq

Menteri Keuangan – Mullah Hedayatullah Badri

Menteri Ekonomi – Qari Din Mohammed Hanif

Gubernur Bank Sentral – Haji Mohammed Idris

Menteri Energi & Air – Mullah Abdul Latif Mansoor

Menteri Rehabilitasi Pedesaan – Mullah Younus Akhundzada

Menteri Pekerjaan Umum – Mullah Abdul Manan Omari

Pertambangan dan Perminyakan – Mullah Mohammed Esa Akhund

Menteri Kebudayaan & Informasi – Mullah Khairullah Khairkhwah

Wakil Menteri Kebudayaan dan Informasi – Zabihullah Mujahid

Menteri Komunikasi – Mawlavi Najibullah Haqqani

Menteri Pendidikan Tinggi – Abdul Baqi Haqqani

Menteri Pengungsi & Pemulangan – Haji Khalil ur Rahman Haqqani.

(Berbagai Sumber)

Kategori Dunia

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.