Stimulus Listrik Dilanjutkan Lagi, Terima Kasih Pak Jokowi

Editor: Rama DN

Presiden Joko Widodo

INFOJAMBI.COM – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menegaskan Pemerintahan Presiden Joko Widodo tetap memberikan stimulus listrik hingga Juni 2021.

Hal tersebut sebagai wujud perlindungan sosial pemerintah kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, sekaligus memulihkan perekonomian negara.

Executive Vice President (EVP) Tarif dan Subsidi PT PLN, Tohari Hadiat, menjelaskan, pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA, serta bisnis dan industri daya 450 VA pascabayar akan mengalami perubahan besaran stimulus.

Menurut Tohari, keputusan terkait stimulus listrik diputuskan dan seluruh pelanggan yang sudah menerima stimulus 2020 dan Januari 2021, akan tetap menerima stimulus sebesar 50% dari yang dibayarkan sebelumnya.

Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA sebelumnya gratis, sekarang membayar 50%. Pelanggan rumah tangga 900 VA yang sebelumnya diskon 50%, maka sekarang diskonnya menjadi 25%, sehingga pelanggan membayar 75%.

“Sementara untuk pelanggan prabayar, diskon diberikan saat pembelian token,” katanya, seperti dikutip infojambi dari Gatra, Kamis dini hari (15/4).

Tohari melanjutkan, untuk pelanggan UMKM dan rumah tangga selama periode April hingga Desember 2020, pemerintah sudah alokasikan Rp13 Triliun. Sementara itu, antara Januari sampai dengan April 2021, pemerintah sudah kucurkan sekitar Rp4,7 triliun.

Sementara itu, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmi Radhi mengatakan setuju dengan program stimulus listrik ini. Karena baginya, langkah pemerintah ini sesuai dengan salah satu tujuan stimulus, yakni mengurangi beban rakyat karena dampak pandemi Covid-19.

“Ini keputusan tepat karena diskonnya langsung dapat dilakukan instan. Sehingga stimulusnya dapat tepat sasaran,” katanya.

Fahmi menjelaskan, keputusan pemerintah yang dinilainya tepat itu sesuai dengan kajian yang hasilnya menunjukkan bahwa penurunan tarif listrik dan bahan bakar minyak (BBM) akan meningkatkan daya beli.

Namun demikian, di tengah kabar baik itu, Fahmi meminta agar PLN memperhatikan faktor nonteknis sehingga informasi terkait perubahan besaran stimulus itu tidak kontra produktif.

“Perlu public relation yang secara aktif memberitahu melalui surat, media, TV agar tidak terjadi keributan yang merugikan PLN,” ujarnya.

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.