Minggu, 19 November 2017 | 04:34

Sudah Memperkosa, IM Ditangkap Saat Asik Main Biliar

IM, pelaku perkosaan, ditangkap || foto : riko pirmando

KERINCI — Seorang gadis remaja di Kerinci, diperkosa empat pria. Siswi SMA berinisial TS (17) ini “digilir” di bawah jembatan panjang, Desa Mudikguguk, Siulak.

Informasinya, keempat pelaku yang tega menggagahi TS adalah SA (45), IM (22), RN (40) dan LT (40). Semuanya warga Desa Talangkemuning, Siulak. Dari empat pelaku, baru IM yang ditangkap. Tiga lainnya masih diburu polisi.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Dedi Kurniawan, melalui Kanit Idik I Pidana Umum, Iptu Yudistira, saat dikonfirmasi INFOJAMBI MEDIA membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kejadian itu dilaporkan oleh LD (31), seorang guru di Desa Kotoberingin Siulak. Laporannya nomor LP/B-235/IV/2017/Jambi/RES KERINCI,” jelas Yudistira.

Pemerkosaan terjadi Minggu (2/4) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu TS dan pacarnya pergi jalan-jalan ke Sungaibermas. Di tengah jalan hari hujan, mereka akhirnya berteduh di Jembatan Panjang, Desa Mudikguguk.

Ketika mereka asik mengobrol, tiba-tiba muncul keempat pelaku. Mereka menyeret TS dan pacarnya ke bawah jembatan. TS dan pacarnya dipaksa melakukan hubungan intim.

Jika tidak dituruti, keempat pelaku mengancam akan mengarak TS dan pacarnya dalam keadaan telanjang ke rumah kepala desa. TS dan pacarnya menolak. Akhirnya keempat pelaku memperkosa TS bergantian.

“Korban juga dipaksa melakukan oral seks,” beber Yudistira.

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, keempat pelaku langsung kabur. Ponsel milik TS juga dibawa. Keesokan harinya, Senin (3/4), korban bersama keluarganya melapor ke Polres Kerinci.

Kini korban masih trauma. Polisi telah melakukan visum terhadap TS. Sementara anggota Satreskrim Polres Kerinci terus mengejar tiga pelaku lainnya. Sejauh ini baru satu orang diamankan.

IM ditangkap Senin malam kemarin. Dia diamankan saat asik main biliar, di Simpang Goreng, Desa Mudikguguk. IM bisa diancam hukuman penjara 15 tahun.

IM mengaku menyesali perbuatannya. Dia berkilah, terpaksa ikut memperkosa TS karena diancam dengan pisau oleh pelaku lainnya, SA. Diduga SA merupakan otak dari kejadian tersebut.

“Saya waktu itu baru pulang dari ladang, disuruh ikut ke bawah jembatan. Saya dipaksa pertama kali memperkosa. Saya tidak mau, karena diancam dengan pisau, saya takut, akhirnya saya lakukan juga,” ujar IM.

IM juga diancam agar membawa ponsel milik korban. Tujuannya, kalau ada yang menelepon, dia diminta tidak membawa-bawa nama SA. “Hidup saya hancur gara-gara kejadian ini,” katanya. (infojambi.com/d)

Laporan : Riko Pirmando

 




Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.