Sudah Puluhan Tahun Bangunan Pasar, Terbengkalai

Penulis : Raden Soehoer
Editor : Wahyu Nugroho

Bangunan pasar yang ditumbuhi rumput dan pepohonan terbengkalai (foto Raden Soehoer)

INFOJAMBI.COM – Bangunan pasar yang terletak di Simpang Aur Gading Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batanghari tampak memprihatinkan. Masalahnya, bangunan pasar yang dikerjakan kurang lebih puluhan tahun itu, tak pernah dihuni untuk operasional pasar tersebut tampak dipenuhi semak berupa rerumputan liar dan lalang.

Pantauan di lapangan Minggu (23/12/2018), bangunan hampir tertutupi oleh beberapa pepohononan yang memang agak tinggi. Bahkan pepohonan tersebut juga ada yang melebihi tingginya bangunan pasar. Camat Batin XXIV Erwin mengatakan, bangunan pasar memang sudah lama dibangun. Namun belum kunjung ditempati.


“Sudah lama, tahun berapa saya belum tau, karena saya disini juga belum lama. Memang ada beberapa kendala sehingga pasar tak ditempati,” katanya.

Adapun faktor kendala yang membuat pasar tersebut tak kunjung ditempati. Diantaranya letak lokasi bangunan pasar yang terlalu dekat dengan pasar yang ada sebelumnya. “Pasar Durian Luncuk kan dekat jaraknya. Pasar Muara Jangga juga sama dekatnya,”sebut Erwin.

Hak inilah menjadi salah satu pemicu bangunan pasar tak ditempati.”Namun bukan itu saja yang jadi kendala ya, kemungkinan belum ada serah terima antara pihak provinsi dengan pemerintah daerah. Karena ini bangunan provinsi bukan Batanghari. Tapi coba koordinasi dengan pihak Disperindag saja,” tandas Erwin.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Batanghari, Suparno mengatakan bahwa bangunan pasar tersebut memang tidak dimanfaatkan. Suparno juga mengatakan bahwa itu bukanlah ranah Disperindag Batanghari melainkan Provinsi. “Itu yang bangun dari Provinsi bukan kita. Jadi juga bukan tanggung jawab kita. Jadi yang mengelola provinsi juga,” katanya.

Dijelaskan Suparno, bangunan pasar telah dibangun lebih dari 15 tahun yang lalu. “Saya juga tudak tau siapa yang membangun. Dinas Perkotaan terdahulu juga tidak tau. Tapi saya dapat informasi asal muasalnya pembangunan dari PMD Provinsi. Jadi dana mengucur melalui PMD,” jelasnya.

Bagaimana pasar akan dioperasikan Disperindag juga tak mempunyai wewenang terkait hal itu “Kemungkinan dibangun pada zamannya Pak Bupati H. M. Saman Chatib, S.H tahun 1991 sampai 2001. Di atas 10 tahun lalu,” ujar Suparno. ***

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.