Senin, 18 Desember 2017 | 18:02

Sudah Sampai Taraf Mengkhawatirkan Penggunaan Narkotika

Setya Novanto dan Komjen Pol Budi Waseso ll foto : Bambang Subagio

JAKARTA – Ketua DPR, Setya Novanto, mengatakan penggunaan Narkotika dan Obat Terlarang di Indonesia, sudah sampai pada taraf mengkhawatirkan.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN), Akhir Desember 2016, menunjukkan kenyataan sangat memprihatinkan. Paling tidak, realitas yang diungkap oleh BNN.

Selama tahun 2016 saja, BNN telah mengungkap 807 kasus, dengan ribuan tersangka yang terjerat. Sementara itu, kurang lebih 15.243 orang saat ini sedang menjalani rehabilitasi. Bahkan, di tahun yang sama, realitas data menyebutkan lebih 15 ribu remaja Indonesia meninggal dunia setiap tahun, akibat penyalahgunaan narkoba. Jumlah korban jiwa akibat narkoba pun begitu banyak diperkirakan  40-50 orang per hari, meninggal karena narkoba.

“Dari data tahunan yang saya liat dan baca pada periode 2016 ini, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, terdiri 1.217 WNI dan 21 WNA, “ katanya.

Sedangkan untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hasil kejahatan narkotika, BNN telah mengungkap 21 kasus dari 30 tersangka serta menyita aset, nilainya mencapai Rp 261.863.413.345.

“Dana sebesar ini, saya kira sangat bermanfaat jika digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia,“ katanya.

Setnov memberikan, apresiasi kinerja BNN yang telah banyak melakukan upaya pencegahan di tahun 2016, BNN telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi, sosialisasi, dan kampanye STOP Narkoba sebanyak 12.566 kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar.

BNN selama 2016, telah merehabilitasi 16.185 penyalah guna narkotika, baik di balai rehabilitasi maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, dan telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 9.817 mantan penyalah guna narkotika, kata Setnov.

Penyalagunaan narkoba juga menyentuh semua lapisan atas, khususnya public figure yang selama ini menjadi trend setter dan panutan publik, termasuk kalangan  artis.

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, mengatakan, pihaknya terus berusaha menangkap narkoba yang masuk wilayah hukum republik ini.

“Setiap bulan tiak kurang 100 kg yang kita amankan. Nilainya sekitar Rp 100 miliar,” kata Budi.

Sangat disayangkan  pemasok narkoba ke republik ini, tidak semata-mata bertujuan bisnis semata.

“Tapi kepentingan negara tertentu untuk menghancurkan negara Indonesia,” lanjut Budi.

Saat itu, Budi, mengaku telah menginventarisir negara-negara pemasok narkoba untuk Indonesia.

“Ada 11 negara yang supply narkotika dengan berbagai jenis,” ujar Budi.

Menurut Buwas sapaan akrab Budi Waseso, ada dua negara yang menjadi persinggahan sebelum narkoba-narkoba itu masuk ke Indonesia.

“Malaysia dan Singapura transit peredaran. Permasalahannya itu masuk ke Indonesia. Tidak ada satupun wilayah negara kita yang bebas,” kata Budi. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor: M Asrori

Kategori Kesehatan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.