Sabtu, 21 Oktober 2017 | 02:44

Tahun Depan Jambi Punya Sekolah Pertambangan

Mursyid Sonsang menyampaikan sambutan pada pembukaan LCC Migas.

INFOJAMBI.COM — Sebuah ironi, di Provinsi Jambi yang punya potensi sumberdaya alam gas dan minyak bumi, tidak banyak putera asli daerah Jambi yang bekerja sebagai tenaga ahli di perusahaan migas yang beroperasi di Jambi.

Fakta ini diungkapkan oleh Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi, H Mursyid Sonsang, saat menyampaikan sambutan, pada pembukaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Migas yang diadakan SKK Migas Sumbagsel dan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, di Kota Jambi, Rabu (11/10/2018) malam.

Mursyid mengatakan, Jambi sudah dikenal sejak puluhan tahun silam, sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi dan gas terbesar di Indonesia. Namun sayang, selama itu pula para tenaga ahli yang mengelola potensi migas di Jambi, sebagian besar didatangkan dari luar. Kalaupun ada putra daerah Jambi, tidak banyak.

Kendati begitu, alumni Lemhannas RI ini tidak menampik bahwa perusahaan-perusahaan migas yang beroperasi di Provinsi Jambi banyak membantu pemerintah daerah dan masyarakat Jambi, terutama di sektor infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan jembatan.

“Ada daerah di Kabupaten Tanjabtim, jembatannya rubuh. Untung pihak perusahaan migas di sana cepat tanggap membantu. Kalau menunggu pemerintah, bisa sepuluh tahun lagi diperbaiki, karena tidak adanya anggaran,” ujar Mursyid.

Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi tahun 2008 – 2017 ini, menyarankan kepada Pemprov Jambi agar membuka sekolah khusus pertambangan, terutama terkait minyak bumi dan gas.

Saran itu sejalan dengan program Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Agus Heryanto SH. Menurut Agus, sekolah pertambangan akan dibuka di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tahun 2018.

“Tujuannya untuk menyalurkan bakat anak-anak Jambi yang berminat pada pengetahuan tentang tambang gas dan minyak bumi. Diharapkan nanti banyak putra-putri daerah Jambi ikut mengelola sumberdaya alam Jambi, terutama migas,” jelas Agus.

Agus mengakui, selamai ini tidak banyak putra-putri daerah Jambi yang ikut mengelola sumberdaya alam Jambi. Umumnya tenaga ahli perusahaan migas yang beroperasi di Jambi, didatangkan dari luar Jambi, bahkan luar negeri.

Menyoal konsep sekolah pertambangan yang akan dibuka tahun depan, menurut Agus konsepnya sudah ada. Jurusan pertambangan akan dimasukkan pada salah satu SMK yang sudah ada. Saat ini dinas pendidikan sedang menyiapkan sumberdaya manusianya.

“Tahun depan sudah sejalan. Kami harus menyiapkan guru-guru ilmu pertambangan. Sampai saat ini Jambi belum pernah merektur guru-guru khusus ilmu pertambangan. Kami akan berkoordinasi dengan SKK Migas,” kata Agus. (Doddi Irawan — Jambi)

 

Kategori Pendidikan dan Iptek

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.