Tahun Politik, Ujian Kadar Relasi Alumni HMI

Laporan Bambang Subagio

Senior HMI, Fery Mursyidan Baldan.

INFOJAMBI.COM – Menghadapi tahun politik khususnya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden, Senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ferry Mursidan Baldan, mengingatkan, agar alumni HMI tidak terikut arus kampanye hitam (black campaign) yang berakibat kesatuan alumni terganggu.

“Jangan gara gara lima menit memilih suara di TPS kita tercerai berai,” kata senior HMI Fery Mursyidan Baldan, memberi tausiyah pada Silaturahmi dan Halal bihalal Alumni HMI, di masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/7/2018).

Ferry menambahkan, dalam melakukan peran dan kiprah pada kontestasi figure, seperti Pilkada dan Pilpres, harus ditumbuhkan kesadaran untuk hadirnya moralitas politik, dalam melakukan pilihan bagi dirinya dan etika dalam memandang pilihan orang lain, khususnya sesama Alumni.


Menurutnya, moralitas politik dalam melakukan pilihan, adalah nilai dan basis argumen dalam melakukan pilihan sebagai bagian dari mission HMI. Sedangkan etika politik dalam melihat pilihan alumni lain yang berbeda adalah dengan menghormati pilihan yang berbeda tersebut.

“Kita harus bisa menerima tanpa memberi penilaian terhadap pilihan yang berbeda, dan kita juga tidak menjelekkan (Black Campaign) terhadap figur yang tidak menjadi pilihan kita,” kata Ketua Umum PB HMI 1990–1992 itu.

Mantan Ketua Komisi II DPR itu, mengatakan, tantangan dan ‘godaan’ pada tahun politik, khususnya dalam Pilpres terhadap Silaturahmi Alumni HMI, harus dimaknai sebagai ujian terhadap kadar relasi Alumni.

“Cukupkah alasan perbedaan pilihan sampai mencederai Silaturahmi, apalagi sampai merusak bahkan menghancurkan ‘bangunan’ yang telah berdiri puluhan Tahun? Bukan kah urusan Pemilu hanya berlangsung 2-3 menit saja di TPS,“ ujarnya.

Mantan Menteri ATR/BPN itu, kembali mengingatkan. secara Struktural HMI sudah mengajarkan pada kadernya, arti sebuah perbedaan melalui adanya struktur Komisariat sampai PB, atmosfir Konpetcab dengan Pengelompokkan keanggotaan berdasarkan Program studi atau atmosfir Kongres dengan pengelompokkan anggota berdasarkan Cabang, yang terus terasah dalam sebuah Kolaborasi Pengurus Cabang, Badko dan PB HMI.

“Hal atau rambu tersebut mengingatkan kita, untuk menjaga dan mengembangkan silaturahmi, yang tidak boleh terganggu oleh sebuah perhelatan Politik. Bukankah Alumni HMI adalah sosok yang terbiasa dan memilki kesadaran tinggi akan sebuah perbedaan?,“ ujar Ketua Ikatan Alumni Unpad periode 2008-2012 itu.***

Editor : M Asrori S

Kategori Politik

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.