Tak Ada Atlet Simsalabim, KONI Jambi Ketat Saring Kandidat PON 2028

Puluhan atlet Jambi mulai mengikuti pelatda menghadapi BK PON dan PON 2028.

Reporter: Rel | Editor: Admin
Tak Ada Atlet Simsalabim, KONI Jambi Ketat Saring Kandidat PON 2028
Puluhan atlet Jambi mulai mengikuti pelatda menghadapi BK PON dan PON 2028 | foto : humas koni

INFOJAMBI.COM — Tidak ada atlet Jambi yang bisa meraih prestasi melalui jalan pintas, atau simsalabim. Pesan itu menjadi penekanan utama, saat KONI Provinsi Jambi memulai rangkaian pemusatan latihan daerah (pelatda) menuju Babak Kualifikasi PON dan PON 2028.

Pelatda digelar untuk menyiapkan atlet-atlet potensial. Mereka akan menjadi andalan Provinsi Jambi pada berbagai ajang olahraga mendatang. 

Baca Juga: Ryan dan Yusuf Dapat Bonus dari KONI

Selain membidik PON 2028, kegiatan ini juga diarahkan untuk menghadapi Babak Kualifikasi PON serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.

Pembukaan pelatda berlangsung di Lapangan KONI Provinsi Jambi, Jumat (6/11/2026). Dibuka oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Mat Sanusi, dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Jambi.

Baca Juga: Budi Setiawan Merangkak dari Bawah Namun Tetap Low Profile

Pada hari pertama pelaksanaan, 52 atlet mengikuti serangkaian pengujian awal. Mereka adalah 10 atlet cabang atletik, dan 42 atlet cabang dayung.

Mat Sanusi menjelaskan, pelatda tidak hanya menjadi sarana latihan, tapi juga bagian dari proses identifikasi kemampuan atlet. KONI Jambi ingin memperoleh gambaran atlet yang layak diproyeksikan untuk berbagai agenda olahraga penting di masa depan.

Baca Juga: Tujuh Atlet Jambi Perkuat Indonesia di SEA Games Hanoi Vietnam

Atlet yang dipersiapkan harus memiliki kualitas dan kesiapan memadai. Proses pembinaan dilakukan sejak dini, agar mereka mampu bersaing ketika memasuki tahapan kualifikasi maupun pertandingan utama.

Menurut Mat Sanusi, KONI Jambi tidak ingin sekadar mengirimkan peserta ke ajang nasional. Setiap atlet harus terlebih dahulu melalui tahapan seleksi dan evaluasi objektif, sebelum dipercaya mewakili daerah.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan atlet yang berangkat benar-benar memiliki kemampuan kompetitif. Selain itu, pola pembinaan terukur diharap mampu meningkatkan peluang meraih prestasi bagi Jambi.

Mat Sanusi minta para atlet memanfaatkan pelatda ini dengan sungguh-sungguh. Ia menilai keseriusan dan disiplin menjadi faktor utama dalam membentuk atlet berprestasi.

Pencapaian olahraga tidak pernah hadir secara instan. Prestasi lahir melalui proses panjang yang menuntut pengorbanan, latihan rutin, dan komitmen tinggi.

"Tidak ada atlet yang bisa simsalabim. Semua harus melalui proses, latihan, kerja keras, dan keseriusan," tegas Mat Sanusi.

Untuk mengetahui kondisi atlet secara menyeluruh, KONI Jambi menyiapkan sejumlah materi pengujian fisik. Setiap peserta wajib mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan tim pelatih dan evaluator.

Tes yang diberikan meliputi pengukuran kelincahan (agility). Selain itu, atlet juga menjalani pengujian kekuatan (power) sebagai bagian dari penilaian kemampuan dasar.

Kemampuan daya tahan tubuh turut menjadi fokus pengukuran. Aspek tersebut diuji melalui Multistage Fitness Test (MFT), guna melihat kapasitas jantung dan paru-paru atlet.

Sementara itu, unsur kecepatan diukur melalui tes lari 40 meter. Hasil dari setiap tes nantinya menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program latihan berikutnya.

Melalui seluruh rangkaian pengujian tersebut, KONI Jambi berharap memperoleh data yang objektif mengenai kondisi fisik para atlet. Informasi itu akan menjadi dasar untuk menentukan arah pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.

Pelatda ini juga menjadi tahapan awal dalam membangun kekuatan olahraga Jambi menuju agenda nasional. KONI ingin memastikan setiap atlet yang akan mengenakan seragam Jambi benar-benar telah melalui proses pembinaan yang matang.

KONI berharap akan muncul atlet kompetitif. Tujuan akhirnya, menghadirkan atlet-atlet yang siap bertanding dan mampu membawa prestasi bagi Jambi pada Babak Kualifikasi PON maupun PON 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya