Tak Ada Perlakuan Istimewa Jamaah Haji Khusus

Laporan Bambang Subagio

Jamaah haji khusus.

INFOJAMBI.COM – Kementerian Agama RI, memastikan, tidak ada perlakuan istimewa bagi jamaah haji khusus yang telah tiba di tanah suci, Senin (30/7/2018) waktu Arab Saudi.

Bahkan Kemenag mengingatkan, komitmen Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk penuhi standar pelayanan minimal.

“Tidak ada (perlakuan istimewa). Kita tugasnya pengawasan untuk memastikan apa yang disepakati oleh jamaah dan pihak penyelenggara haji khusus, dapat berjalan baik dan benar dilapangan, sehingga tidak terjadi pelanggaran,” ujar Kepala Daerah Kerja Bandara, Arsyad Hidayat, ditemui di Bandara Madinah, Selasa (31/7/2018).


Arsyad memberikan imbauan kepada jamaah khusus, agar menyiapkan dokumen-dokumen terkait obat-obatan yang akan dibawa. Hal itu untuk mempermudah saat pemeriksaan di Imigrasi atau kantor Bea Cukai.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kemenag akan menindak tegas PIHK, jika tidak memberikan layanan sesuai ketentuan dan standar pelayanan minimal,“ ujr Arsyad.

“Tak seperti haji reguler, penyelenggaraan ibadah haji khusus, bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan PIHK,” ungkap Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali, saat melepas jamaah haji khusus di Bandara Sekarno Hatta, Sabtu (28/7/2018). Oleh karena itu, Nizar mengharapkan komitmen dari PIHK, untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

Berdasarkan data Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, jumlah PIHK yang memiliki jamaah haji khusus yang akan diberangkatkan dalam tahun 1439H/2018M sebanyak 254 PIHK dan tergabung dalam 158 konsorsium PIHK.

“Hingga hari ini, terdapat 16.905 jamaah haji khusus yang terdaftar dalam e-Hajj. Sebanyak 12.131 jemaah atau 71 persen dari jumlah jamaah yang akan berangkat sudah selesai proses pemvisaan,” jelas Dirbina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim.***

Editor : M Asrori S

Kategori Dunia

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.