Tak Pernah Takut, Penambang Minyak Ilegal Terus Saja Beroperasi

Sumur minyak ilegal dan mesin penyedot ditemukan di lokasi.

INFOJAMBI.COM — Pengeboran minyak bumi secara ilegal di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Jambi masih terus terjadi. Padahal beberapa waktu lalu sumur-sumur minyak ilegal itu sudah ditutup.

Masih adanya sumur minyak ilegal ditemukan Tim Patroli Tahura, dua hari lalu, di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura). Tim patroli mendapati peralatan pengeboran minyak yang sedang ditinggal penambang.

Lokasi kegiatan illegal driling itu berada di tengah hutan. Kegiatan tersebut tidak memiliki kontrak kerja sama dengan pemerintah dan izin Kementerian Kehutanan.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Polres Batanghari. Pihak kepolisian pun mengajak pihak terkait mengecek laporan tersebut. Tapi sayang, ketika polisi tiba di lokasi, para penambang sudah tidak ada lagi.

Di lokasi hanya ditemukan mesin dan sejumlah alat pengeboran minyak. Semua barang yang ada di lokasi dibawa ke Polres Batanghari.

“Benar masih ada kegiatan illegal drilling di wilayah Bajubang. Semua barang bukti sudah kami amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Batanghari, Iptu Dimas Arki.

Basecamp penambang minyak ilegal.

Menurut Dimas, semua hasil temuan itu akan dijadikan petunjuk untuk penyelidikan. Pihak kepolisian masih memburu pemilik alat pengeboran minyak tersebut.

“Kami belum tahu siapa oknum yang melakukan pengeboran minyak ilegal itu. Untuk sementara masih dalam proses penyelidikan,” kata Dimas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batanghari, Parlaungan Nasution, ikut turun ke lokasi bersama tim dan polisi. Parlaungan tidak menjelaskan langkah konkrit yang dilakukan pihaknya dalam mengatasi illegal drilling ini.

Sementara itu, Asset 1 Public and Government Relations Assistant Manager Pertamina EP, Andrew membenarkan adanya penemuan baru sumur minyak ilegal. Lokasinya di RT 01 Desa Bungku, Bajubang, Batanghari.

Menurut Andrew, sumur minyak ilegal yang baru ditemukan itu ada lima sumur. Semuanya langsung ditutup oleh Tim Terpadu Penutupan Illegal Drilling bersama pihak Pertamina EP, Polres dan Pemkab Batanghari.

“Warga juga ikut membantu penutupannya. Barang-barang dan peralatan pengeboran yang ditemukan di lokasi dibawa ke Polres Batanghari,” kata Andrew. (Soehoer/Doddi – Jambi)

 

Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.