Selasa, 30 Mei 2017 | 14:29

Tak Pernah Turun, Kajian Indones Dianggap Ngawur

Petugas Damkar Bungo di lapangan || ade kabuci
Petugas Damkar Bungo di lapangan || ade kabuci

MUARABUNGO — Pernyataan Kepala Badan Kesbangpol Bungo, Ir. Indones, terkait kajian tim panitia seleksi honorer, tentang kebutuhan ideal pemadam kebakaran (damkar) cukup 6-8 orang per mobil, terus menuai kritikan.

Sebelumnya Indones mengatakan, melihat analisis kebutuhan, setidaknya 431 dari 791 anggota damkar akan dipangkas. Said Andri, seorang anggota damkar, langsung mengkritik pernyataan tersebut.

“Dak pernah ikut turun, tapi kok biso melakukan analisa kebutuhan,” tandas Said.

Selain Andri, pernyataan Indones juga dibantah keras oleh pejabat paling senior di Damkar Bungo, Arpan Tuyani, yang saat ini menjabat Kepala UPTB Damkar Bungo.

Menurut Arpan, pernyataan Indones hanya berdasarkan membaca buku. Dia tidak mengerti kegiatan, kebutuhan, tugas dan fungsi serta tatakerja petugas damkar dalam melaksanakan tugas.

“Petugas pemadam bukan seperti orang menyiram tanaman, hanya datang menyiram. Apalagi dengan kondisi wilayah dan masih kurangnya peralatan. Kita harus fungsikan sesuai ketentuan,” tegas Arpan.

Arpan menjelaskan, satu pos sektor kecamatan mesti memiliki dua unit alat pemadam dan satu unit rescue. Untuk satu unit pemadaman, satu unit lokalisir dan rescue dengan ketentuan ada hydran kota sebagai sumber air.

Sebelum membuat pernyataan, menurut Arpan, sebaiknya ikut turun ke lapangan dan melihat langsung kegiatan pemadaman, Itupun harus dilakukan berulang-ulang agar mengerti.

Soal analisa kebutuhan pemadam kebakaran cukup 6 – 8 orang, dinilai Arpan sangat tidak tepat. Pernyataan itu salah. Petugas damkar punya SOP, disamping tupoksi damkar bukan hanya pemadaman, tapi banyak tugas lain yang sudah dilaksanakan selama ini. (infojambi.com/D)

Laporan : Ade Kabuci

Kategori Trend

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.