Tanjab Barat Jadi Fasilitator Seleksi Calon Taruna STP Jakarta

Penulis : Jumalis
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM — Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat kembali menjadi fasilitator ujian seleksi penerimaan Calon Taruna/Taruni Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta. Sebelumnya sukses menggelar seleksi penerimaan calon taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi yang meloloskan 26 orang.

Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tanjab Barat menjadi Rayon Daerah Seleksi Penerimaan untuk STP Jakarta, di Aula BKPSDM Tanjab Barat, Selasa (25/6/2019).

Pembukaan ujian dibuka oleh Bupati Tanjab Barat, H. Safrial MS. Hadir Panitia Rayon Pusat Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta Jerry Hutapulu, Sekda Yon Hery, para kepala OPD Tanjab Barat serta para peserta ujian seleksi taruna/taruni.

Safrial mengatakan, Kabupaten Tanjab Barat merasa bangga karena mampu memfasilitasi Sekolah Tinggi Perikanan menjadi salah satu wilayah rayon seleksi calon taruna/taruni sekolah tinggi perikanan wilayah Provinsi Jambi Tahun 2019.

“Saya berharap generasi muda Indonesia dapat unggul dan bersaing dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas dibidang kelautan dan perikanan.dan dimasa mendatang lahir pemimpin-pemimpin bangsa yang kompeten dan professional dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan yang lebih baik untuk kesejahtraan masyarakat,” ujarnya

Disampaikan Bupati, untuk mendukung Indonesia menuju poros maritim dunia kita harus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, kritis, unggul dan berdaya saing global dalam menghadapi revolusi industri di sektor perikanan dan kelautan.

“Untuk itu kita harus membangun karakter pemuda dalam membangun ide dan inovasi di sektor Kelautan dan Perikanan sehingga kita mampu menciptakan generasi perikanan milenial yang positif dan penuh kreasi. Kita sangat serius meningkatkan SDM di Provinsi Jambi,” tegas Safrial.

Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih, menyampaikan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ditunjuk STP Jakarta sebagai satu-satunya rayon untuk Provinsi Jambi mengadakan seleksi.

Jumlah yang mendaftar lewat jalur online sebanyak 79 orang, tapi setelah dilakukan verifikasi online itu tinggal 66 orang dan pemberkasan yang dilakukan panitia pusat tinggal 54 orang.

“Untuk ujian seleksi akademik hanya jalur umum, yang jalur khusus itu anak nelayan dia tidak mengikuti tes administrasi, langsung tes fisik, kesehatan kemudian psikotes lalu wawancara, nah itu ada perbedaan yang ikut jalur umum dan khusus,” katanya.

Encep menambahkan, adapun untuk kuota Nasional sekitar 3.500 orang. Pemkab mengharapkan dengan kuota sebanyak itu akan banyak putra-putri daerah yang lolos. ***

Kategori Tanjung Jabung Barat

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.