Selasa, 13 November 2018 | 01:09

Tanjab Barat, Tertinggi Realisasi Imunisasi MR

Laporan Raini

INFOJAMBI.COM – Ternyata sejak dilaksanakannya Imunisasi vaksin Measles Rubella (MR), awal Agustus lalu di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat ( Tanjab Barat) merupakan wilayah Kabupaten tertinggi dan sukses merealisasikannya.

Kondisi itu diungkapkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanjab Barat, dr Johanes Sitorus, mewakili Kadis Kesehatan, H Andi Pada, di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurut Kabid PP, meski ada pro dan kontra terkait informasi vaksin MR ini, bahwa vaksin ini belum ada label halal yang dikeluarkan MUI. Tapi, tak berpengaruh terhadap minat masyarakat membawa anak-anaknya ke Posyandu atau Puskemas, untuk disuntik vaksin MR..

Vaksin MR ini sebenarnya sama dengan vaksin Campak, caranya disuntikkan kepada bayi diatas 9 bulan, balita dan anak-anak diabawah 15 tahun. Target Dinkes Tanjab Barat untuk pelaksanaan perdana ini, pemberian imunisasi MR ini terealisasi 74 persen atau sekitar 75.000 jiwa). Angka ini tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jambi.

Menurut dr Johanes Sitorus, pemberian vaksin MR kepada anak sekolah telah mencapai 60 persen, sedangkan balita mencapai 14 persen.

Pencapaian target untuk imunisasi anak sekolah dibawah usia 15 tahun telah memenuhi, sementara bagi balita dengan target 40 persen, baru tercapai 14 persen.

“Untuk data hingga saat ini, pemberian vaksin MR kepada balita tercapai 14 persen. Yang tadinya ada menolak, ada yang datang ke kita, langsung diimunisasi,” kata Johanes.

Sejauh ini, belum ada keluhan dari masyarakat pasca imunisasi MR yang dilakukan petugas dilapangan.

“Belum ada gejala efek samping dari laporan yang kita terima dilapangan,” tegasnya.

Memang ada beberapa pesantren, menolak pemberian vaksin ini kepada santri-santri di pesantrennya. Namun, setelah diberikan penjelasan oleh tim petugas, akhirnya mereka bersedia, anak didiknya diberikan vaksin ini.

“Seperti di Betara, kita datangi dan berikan penjelasan, akhirnya mereka bersedia disuntik vaksin rubella,” ujarnya.

Dr Johanes mengakui, sejauh ini belum ada. Kata dia, penderita rubella yang menyerang janin pada ibu hamil ini terbesar di Provinsi Riau.

“Makanya untuk di Tanjab Barat, kita perkuat imunisasi MR karena daerah batasan Provinsi Riau dan pemberian vaksin MR mencapai 100 persen,” jelasnya.

Untuk diketahui, tegas di Johanes, virus rubella menyerang melalui saluran pernafasan. Gejalanya virus ini tak begitu ketara, penderita terdeteksi mengalami flu dan batuk. Namun, virus ini dapat bersarang dan menyerang janin pada ibu hamil. Kemungkinan fatal, terjadi cacat pada bayi.
Ditambahkan Johanes, vaksin MR ini kedepannya diberikan secara reguler, bersamaan dengan vaksin campak.

Seperti diketahui, sebagian umat muslim masih meragukan sertifikat halal dari vaksin MR ini. Buktinya, salah satu pondok pesantren di Kuala Tungkal, masih ada yang belum menyetujui imunisasi ini kepada anak didiknya.

“Ponpes Albaqiyatussholihat, masih menunggu persetujuan pengasuhnya untuk imunisasi MR bagi anak didiknya,” kata dr Johanes.***

Editor : M Asrori S


Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.