INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, melaksanakan audiensi strategis bersama jajaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Pertemuan kedinasan itu difokuskan untuk mematangkan rencana besar pembangunan infrastruktur jalur kereta api khusus batu bara di Provinsi Jambi.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Adapun koridor rute perkeretaapian yang dirancang dalam program ini membentang dari Kabupaten Bungo dan Sarolangun menuju kawasan Pelabuhan Kemingking.
Proyek transportasi massal komoditas tambang tersebut diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi pembenahan sistem logistik daerah.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Al Haris memaparkan, kehadiran jalur kereta api ini merupakan langkah taktis untuk menjamin kelancaran arus distribusi hasil bumi tambang.
Kebijakan ini juga diyakini mampu menekan indeks biaya operasional logistik yang selama ini ditanggung oleh korporasi pertambangan.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
“Bersama Dirjen Perkeretaapian membahas rencana membangun kereta api batu bara rute Bungo, Sarolangun menuju Pelabuhan Kemingking. Ini peluang, karena pembangunan kereta api Trans Sumatera menjadi program Presiden Prabowo Subianto,” ujar Al Haris.
Operasional kereta api khusus ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan kepadatan arus kendaraan angkutan batu bara di sepanjang jalan raya publik.
Reduksi jumlah truk di jalan nasional otomatis akan berdampak positif pada efisiensi waktu tempuh logistik komersial lainnya di daerah.
Al Haris menilai respons positif dan lampu hijau dari jajaran kementerian terkait menjadi angin segar bagi kelanjutan proyek ini.
Koordinasi intensif akan terus dilakukan untuk mempercepat pemenuhan prasyarat teknis maupun administrasi yang dibutuhkan di tingkat pusat.
“Kemenhub mendukung dan mereka siap berkolaborasi dengan Pemprov Jambi mewujudkan pembangunan jalur kereta api bara di Jambi,” pungkas Al Haris.
Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan pembangunan jalur rel khusus ini dapat segera terintegrasi dengan jaringan konektivitas Trans-Sumatra.
Sinergi infrastruktur tersebut diyakini memberi kontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi, baik skala regional maupun nasional.
Langkah ini juga menjadi komitmen jangka panjang pemprov dalam menghadirkan tata kelola transportasi yang ramah terhadap fasilitas umum dan keselamatan pengguna jalan.
Seluruh tahapan perencanaan kini terus dimatangkan bersama tim teknis kementerian agar implementasi fisik lapangan dapat segera terealisasi. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com