Tiga Jenderal Tumbang…?

Penulis : PM

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, Irjen Pol (Purn) Syafril Nursal dan Irjen Pol (Purn) Fakhrizal (sumber : google)

INFOJAMBI.COM — Tiga mantan Kapolda dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen) yang bertarung dalam Pilkada 2020 bertumbangan berdasarkan hitungan cepat, sampai hari Rabu, 9 Desember 2020, pukul 21.00 WIB.

Mantan Kapolda Jatim Irjen Pur Mahfud Arifin yang berpasangan dengan Mujiaman maju di Pilwako Surabaya, tumbang oleh pasangan Eri Cahyadi – Armuji. (Berdasarkan hitungan cepat Charta Politika, Rabu 9 Desember 2020, pukul 21.18 Wib. Suara yang masuk 100 persen. Mahfud – Arifin 43,5 persen, sedangkan Eri – Armuji dapat 56,5 persen)

Sedangkan mantan Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen (Purn) Syafril Nursal yang berpasangan dengan Fachrori Umar (Syafril sebagai wakil) maju Pilgub Jambi kalah telak dengan pasangan Cek Endra dan pasangan Al Haris – Sani (Berdasarkan hitungan cepat Charta Politika, Rabu 9 Desember 2020, pukul 21.18 Wib. Suara yang masuk 100 persen. Cek Endra – Ratu meraih 37,72 persen, pasangan Fachrori Umar – Safril Nursal meraih 25, 32 persen dan pasangan Haris – Sani 36,96 persen).

Sementara mantan Kapolda Sumbar, Irjen Pur Fakhrizal yang berpasangan dengan Genius Umar keok dengan tiga pasangan lainnya. Pasangan yang disingkat Fage ini meraih suara 9,81 persen. (Berdasarkan hitungan cepat Pol Tracking, Rabu 9 Desember 2020, pukul 20.00 Wib. Suara yang masuk 97 persen. Pasangan Mahyeldi – Audy Joinaldo meraih suara 32,87, Nasrul Abit – Indra Catri meraih 30,45 persen dan pasangan Mulyadi – Ali Mukhni meraih Mahfud – Arifin 26,87 persen)

Tumbangnya mantan petinggi polisi ini sudah diprediksi dari awal. Misalnya di Pilwako Surabaya, sebagai kandangnya PDIP dan sudah empat periode menguasai Kota Surabaya. Sangat sulit bagi mantan Kapolda Jawa Timur Mahfud untuk menang, walau didukung banyak partai melawan jago PDIP ini.

Begitu juga tumbangnya Fakhrizal di Pilgub Sumbar. Walau calon PKS dan PPP, Mahyeldi – Audy Joinaldo dikeroyok tiga pasangan lain sudah diprediksi dari awal, karena Sumbar 10 tahun terakhir menjadi basisnya PKS.

Tidak itu saja, Mahyeldi yang berasal dari Gadut, Kabupaten Agam dikeroyok lagi dengan calon yang berasal dari Agam/Bukittinggi (Fakhrizal, asal Kamang, Kabupaten Agam, Indra Catri, Ampel Angkek, Kab. Agam dan Mulyadi asal Bukittinggi). Walau ingin memecah suara Mahyeldi di daerah Agam dan Bukittinggi, tetapi Mahyeldi yang merupakan Walikota Padang ini terlalu tangguh dikalahkan calon lain.

Sementara kekalahan Syafril Nursal di Pilgub Jambi salah satu sebabnya belum dikenal luas, karena selama bertugas di kepolisian tidak pernah dinas di Jambi. Walau selama sosialisasi Syafril telah mengunjungi lebih dari 200 titik, ternyata Syafril hanya menang di daerah asalnya Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Kekalahan tiga jenderal polisi ini yang bertarung di Pilkada 2020 apakah ada pengaruh tragedi jalan tol Cikampek tewasnya enam laskar FPI oleh polisi. Atau memang para calon tidak populer di tengah masyarakat. Wallahualam Bissawab.

Dalam Pilkada sebelumnya tahun 2018, tiga jenderal dari polisi ini juga mengadu nasib di pilgub. Dari ketiga itu, Irjen Purn Murad Ismail yang beruntung dan berhasil memenangkan Pilgub Maluku, sementara Irjen Purn Anton Karlyan keok di Pilgub Jawa Barat. Begitu juga Irjen Purn Safrudin maju sebagai Wakil Gubernur Kaltim kalah telak dengan Isran Noor. ***

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.