Tiga Pesan Wagub Peringati Hari Pendidikan Nasional

KERINCI — Wakil Gubernur Jambi, H. Fachrori Umar usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Lapangan Pemerintah Kabupaten Kerinci, Selasa (2/5), menyampaikan tiga pesan terkait kemajuan untuk masyarakat.

Pertama, belajar terus tanpa mengenal usia. “Belajar terus tanpa mengenal batas usia bahkan jenjang pendidikan tertinggi secara formal bukan alasan berhenti belajar demi kemajuan diri dan masyarakat luas,” kata Wagub.

Menurut Wagub, seorang doktor pun tetap terus belajar, itulah pesan pendidikan sesungguhnya. “Meskipun doktor tetap terus belajar karena tanggungjawab memberi atau mengajar ilmu yang dimiliki untuk orang banyak,” ujar Wagub.

Kedua, pendidikan akan lebih maksimal dengan tingkat kesehatan yang lebih baik, untuk itu Wagub menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi setiap individu. “Kesehatan penting dijaga dengan menjaga makanan yang sehat juga baik bagi tubuh,” lanjut Wagub.

Selanjutnya, menjaga kebersihan menjadi pesan ketiga Wagub dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017 di Kabupaten Kerinci. “Biasakan perilaku hidup bersih secara fisik dan rohani. Ini memperkuat karakter individu mencapai kesuksesan,” jelas Wagub.

Sebelumnya, saat bertindak sebagai inspektur upacara, Wagub membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kabudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dihadapan Bupati Kerinci, H Adi Rozal, Forkompinda Kabupaten Kerinci dan peserta upacara.

Dalam sambutan tersebut dinyatakan gagasan dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional dengan Pancadarma, yang jadi acuan dan landasan yang masih relevan untuk pendidikan saat ini, dengan meyakini Kodrat Alam sebagai perwujudan kekuasaan Tuhan, yang artinya manusia bersatu dengan alam, manusia tidak dapat lepas dari hukum-hukum alam, dan manusia mengalami kebahagiaan jika dapat menyatukan diri dengan hukum-hukum alam yang mengandung segala kemajuan.

“Kemerdekaan merupakan karunia Tuhan yang memberikan hak mengatur hidupnya sendiri. Kemerdekaan diri harus mengingat syarat-syarat tertib damainya hidup bersama dalam masyarakat. Kemerdekaan harus diartikan swa-disiplin atas dasar nilai-nilai hidup yang tinggi baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat serta menjadi dasar untuk mengembangkan pribadi yang kuat dan dasar dengan keseimbangan dan keselarasan dalam hidup bermasyarakat,” ujar Mendikbud.

“Kebudayaan merupakan keharusan memelihara nilai-nilai dan bentuk-bentuk kebudayaan nasional. Membawa kebudayaan nasional kearah kemajuan yang sesuai dengan kecerdasan zaman dan kemajuan dunia untuk kepentingan rakyat lahir-batin menurut zaman dan keadaannya,” lanjut Mendikbud.

Mendikbud menerangkan, Kebangsaan adalah rasa satu bersama bangsa sendiri dalam suka, duka, dan kehendak dalam mencapai kebahagiaan hidup lahir-batin seluruh bangsa. Kebangsaan tidak boleh bertentangan dengan asas kemanusiaan. Kebangsaan harus menjadi sifat, bentuk, dan laku kemanusiaan yang nyata. Kebangsaan tidak mengandung arti permusuhan terhadap bangsa-bangsa lain. Kebangsaan merupakan bagian (sebagian) dari kemanusiaan (manusia) pada umumnya.

“Sedangkan Kemanusiaan mengartikan darma tiap manusia dari keluhuran akal-budinya. Keluhuran akal-budi menimbulkan rasa dan laku kasih-sayang terhadap sesama manusia dan semua makhluk. Rasa kasih sayang tampak sebagai kesimpulan untuk berjuang melawan segala rintangan kemajuan selaras dengan kehendak alam. [infojambi.com]

Penulis : Raihan

 

Kategori Provinsi

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.