Tiga Tambahan Pimpinan MPR Dilantik

Laporan Bambang Subagio

Para Pimpinan MPR RI.

INFOJAMBI.COM – Rapat paripurna MPR, Senin (26/3/2018), melantik tiga pimpinan baru dari tiga fraksi, Ahmad Basarah (Fraksi PDIP), Ahmad Muzani (Fraksi Partai Gerindra) dan Muhaimin Iskandar (F-PKB). Pengucapan sumpah jabatan mereka dipandu Ketua Mahkamah Agung M Hatta Ali.

Dari penjelasan yang dibacakan Sekretaris Jenderal MPR RI, Ma’ruf Cahyono, di depan sidang Paripurna bahwa Pelantikan tiga Pimpinan MPR RI baru itu, sesuai Petikan Keputusan Pimpinan MPR RI No.VII Tahun 2018, tentang Penetapan Penambahan Pimpinan MPR RI masa jabatan tahun 2014-2019.

Penetapan Pimpinan MPR RI sebagaimana tercantum dalam Diktum ke 1, berlaku sejak pengucapan sumpah dan janji sampai berakhirnya sisa masa jabatan tahun 2014-2019.

Secara lengkap susunan Pimpinan MPR RI masa jabatan tahun 2014-2019, pasca pelantikan tiga Pimpinan MPR yang baru: Ketua DR (Hc) Zulkifli Hasan, SE, MM dari unsur Fraksi PAN, Wakil Ketua DR. H. Mahyudin, ST, MM dari unsur Fraksi Partai Golkar, Wakil Ketua Evert Ernest Mangindaan, S.IP dar unsur fraksi Partai Demokrat.

Kemudian Wakil Ketua DR.H.M. Hidayat Nur Wahid , MA dari unsur Fraksi PKS, Wakil Ktuia DR (Hc) Oesman Sapta dari unusr DPD, DR. H. Ahmad Basarah dari unsur Fraksi PDIP, H. Ahmad Muzani dari unsur Partai Gerindra, dan Drs.H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si dari unsure.

“Sidang paripurna tidak dihadiri oleh Fraksi PPP berdasarkan surat yang kami terima,” ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, saat membuka sidang Paripurna. Fraksi PPP menolak pelantikan Muhaimin Iskandar sebagai pimpinan baru MPR, karena berpandangan tidak berhak.

Meski demikian, sidang paripurna tetap berjalan diikuti oleh sembilan fraksi dan satu kelompok perwakilan DPD. Kesembilan fraksi yang hadir, adalah F-PDIP, F-Golkar, F-Demokrat, F-Gerindra, F-PKS, F-PAN, F-KB, F-Nasdem dan F-Hanura, serta unsur DPD RI.

Zulkifli Hasan mengatakan, penambahan Pimpinam MPR itu telah sesuai Pasal 15 dan Pasal 427A UU No. 2 Tahun 2018, tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3).

“Sidang paripurna MPR dihadiri oleh sembilan fraksi dan satu perwakilan kelompok DPD,” tutur Zulkifli.
Zulkifli berharap kehadiran tiga Wakil Ketua baru dapat memperbaiki kinerja MPR, untuk memulihkan kepercayaan publik. Wakil Ketua baru saat ini adalah tambahan tenaga atau sumber daya untuk memperbaiki kinerja MPR.

“Berbagai survei atau riset menunjukkan hasil kurang lebih sama. Tingkat kepercayaan yang sangat rendah pada para legislator dan lembaga legislatif,” ungkapnya.

Makanya Zulkifli mengajak para anggota dan pimpinan MPR, untuk memperbaiki kepercayaan publik.

“MPR sebagai lembaga akan fokus pada upaya-upaya konkret untuk memperbaiki kepercayaan publik,” ujarnya.
Zulkifli menghormati sikap Fraksi PPP, yang memastikan tak akan hadir dalam pelantikan tiga Wakil Ketua MPR baru. Menurutnya, sesuai prinsip demokrasi, PPP punya hak untuk menyatakan keberatan dan tidak hadir dalam pelantikan.

“Kami hormati kan haknya demokrasi begitu,” ujar Zulkifli

Selain itu, Ketua Umum PAN menilai perlu adanya penambahan kekuatan terkait wacana mengembalikan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang setelah Orde Baru tak lagi berlaku. Wacana tersebut digulirkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Untuk pelantikan tiga wakil ketua MPR yang baru sesuai dengan UU. Kita berharap dengan penambahan pimpinan MPR ini bisa membuat memperkuat ya tugas-tugas kita di MPR, apa lagi mengahadapi tahun politik,” tuturnya.

“Sebagaimana teman-teman tahu, ada Mbak Mega (Megawati Soekarno Putri) yang ingin ada haluan negara. Ada pimpinan tiga ini mudah-mudahan, bagaimana pentingnya haluan negara sudah sepakat itu. Paling kurang bisa disiapkan dengan baik,” kata Zulkifli.

Editor : M Asrori S

Kategori Politik

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.