Minggu, 23 September 2018 | 19:50

Tim Iseng-Iseng Juara Kompetisi Vignette Asian Games

Laporan Bambang Subagio

Pemenang lomba film pendek Asian Games.

INFOJAMBI.COM – Tim Iseng-iseng (Universitas Binus) beranggotakan Obelia Simone, Diandra Pramestisari Pololessy, dan Sufyan Tsaurie, berhasil menyabet gelar juara Kompetisi “Vignette” film pendek Asian Games dalam kegiatan Broadcast Legacy Program.

Dalam pengumuman pemenang dari Vignette Competition, di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2018). Kelompok Iseng-Iseng ini, mengungkapkan, karya film animasinya selama 30 detik, terinspirasi dengan semangat Asian Games tahun 1962 yang ingin dibawa pada Asian Games 2018.

“Saya bertanya pada bapak saya, bagaimana dahulu dirinya mengikuti perkembangan Asian Games 1962. Saat itu Bapak saya mengetahui perkembangan berita Asian Games 1962 dari sebuah radio yang dimiliki salah seorang di desanya,” kata Diandra.

Dari cerita itulah, Diandra dan rekannya mencoba membuat film pendek, berdurasi 30 detik.

“Kita ikut lomba ini juga sebenarnya diminta Dosen. Sebenarnya, kita sedang magang. Karena kita bertiga background-nya animasi, akhirnya kita buat film animasi,” kata Diandra.

Sebanyak 56 karya film pendek mengikuti kompetisi bertajuk “Vignette Competition” atau kompetisi membuat cuplikan film yang diikuti oleh para mahasiswa dari 10 Universitas terpilih.

Kompetisi film pendek menggandeng International Games Broadcast Services (IGBS), selaku pemegang hak siar itu, panitia pelaksana Asian Games XVIII/2018, menyediakan empat tema yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching, dan Preparing for Triumph.

Selanjutnya, tim pemenang akan terlibat dalam Asian Games 18, untuk membantu tim broadcast selama perhelatan berlangsung.

Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018, menjelaskan, pihaknya berharap banyak generasi muda Indonesia, dapat mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia serta Asian Games 18 meninggalkan legacy kepada generasi muda Indonesia.

“Lebih membanggakan lagi, pemenang dari kompetisi akan diberangkakan ke London, untuk belajar di National Film and Television School dan akan diajak meninjau lokasi produksi dari mitra pelaksana broadcaster Asian Games,” kata Erick.

Direktur Projek IGBS, Mike Wilmot, mengatakan, program ini sudah berlangsung enam bulan dan diikuti lebih dari 50 tim peserta dan hasil akhirnya nanti film-film terbaik, akan ditayangkan tak hanya di Indonesia.

“Tapi juga di seluruh Asia, hingga seluruh dunia,” kata Mike.

Editor : M Asrori S


Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.