Tim Pengawas Penerimaan Anggota Polri Disumpah Serentak se-Indonesia

Tim Pengawas Penerimaan Anggota Polri tahun 2017 || foto : ist

KOTAJAMBI — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) makin serius membersihkan nama korpsnya. Salah satunya dengan melakukan penerimaan anggota polisi dengan cara seprofesional mungkin.

Dalam beberapa bulan kedepan, Polri membuka penerimaan anggota lagi, mulai dari tamtama hingga perwira dan lulusan sarjana umum. Untuk menghasilkan lulusan berkualitas, mekanisme penerimaan digodok sematang mungkin.

Penerimaan anggota polisi baru melibatkan pengawas dari eksternal institusi kepolisian. Tugasnya mengawasi pelaksanaan penerimaan anggota Polri. Sebelum bertugas, mereka diambil sumpahnya.

Di Jambi, pengawas eksternal tersebut juga melibatkan pemerintah daerah dan wartawan. Mereka diambil sumpah bersama pengawas internal, di Markas Polda Jambi, Selasa pagi. Hadir langsung, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Drs Mukhlis dan Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol Purwolelono SIK MM.

Menariknya, pengambilan sumpah dilakukan serentak di seluruh polda di Indonesia. Dipimpin langsung oleh Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Mabes Polri, Irjen Arief Sulistyanto, pengambilan sumpah dilaksanakan dengan tekhnologi video conference (vicon).

As SDM Kapolri, Irjen Pol Arief Sulistyanto (kiri) dan Ketua PWI Provinsi Jambi, Mursyid Sonsang, semasa mengikuti pendidikan Lemhannas || foto : ist

Dalam arahannya, alumni Lemhannas PPSA 18/2012 ini menegaskan bahwa penerimaan anggota Polri tahun 2017 harus lebih bersih dari tahun-tahun sebelumnya. Dia ingin lulusan polisi nanti sangat berkualitas.

Arief mengingatkan para pelaksana penerimaan anggota Polri menghindari praktik Korupsi, Kolusi, Konspirasi dan Nepotisme (K3N). Kebijakan ini diambil dalam rangka memperbaiki citra Polri, sekaligus pembenahan SDM dari hulu hingga hilir.

Menyoal tim pengawas eksternal, Arief menegaskan, personil dari luar institusi Polri tidak boleh lebih dari dua kali terlibat dalam proses penerimaan anggota polisi. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya “permainan”.

“Kami banyak mendapat masukan, dari eksternal orangnya itu-itu saja. Hanya lembaganya saja yang berubah. Dari internal juga demikian. Kami ingin anggota Polri nanti berkualitas, modern dan profesional,” tandas Arief.

Untuk tahun 2017, Polri melakukan rekrutmen anggota untuk taruna akpol, bintara, tamtama dan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Jumlahnya sekitar 11 ribu, meliputi bintara sebanyak 10.500 orang, akademi kepolisian (akpol) 300 orang, tamtama 200 orang dan SIPSS 75 orang.

“Saya minta seleksi ini dilakukan setransparan mungkin. Ini perintah Kapolri,” tegas Arief. (infojambi.com/DD)

Laporan : Andra Rawas

 

Kategori Hukrim

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.