Tim Psikologi Beri Trauma Healing Bagi Keluarga Korban Penusukan di Alam Barajo

Kondisi psikologis keluarga korban yang menyaksikan langsung pembunuhan menjadi atensi khusus Kapolda Jambi.

Reporter: Andra Rawas | Editor: Admin
Tim Psikologi Beri Trauma Healing Bagi Keluarga Korban Penusukan di Alam Barajo
Kondisi psikologis keluarga korban yang menyaksikan langsung pembunuhan menjadi atensi khusus Kapolda Jambi | foto : andra

INFOJAMBI.COM – Warga Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi dikejutkan oleh aksi kekerasan brutal yang merenggut nyawa seorang pria bernama Indra pada Minggu malam (26/4/2026). 

Pria berusia 41 tahun tersebut tewas setelah menjadi korban pengeroyokan pelaku bersenjata tajam yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Baca Juga: Security Hiburan Malam Rampas Identiitas Wartawan

Peristiwa tragis ini berlangsung di hadapan anak korban yang masih balita serta disaksikan langsung oleh istrinya, Nia. 

Pelaku yang berjumlah tiga orang secara beringas menyerang korban menggunakan senjata tajam meski korban sempat mencoba menyelamatkan diri.

Baca Juga: Hidup Makin Susah, Ibu Rumahtangga Jual Shabu

“Suami saya sempat lari ke dalam rumah, tetapi tetap dikejar dan ditusuki,” ujar Nia dengan nada penuh trauma saat menceritakan kejadian tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan medis, korban menderita 18 luka tusukan yang sangat parah di sekujur tubuhnya hingga mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. 

Baca Juga: Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kabaharkam

Selain Indra, anak sulungnya yang bernama Ferdi juga menjadi sasaran serangan hingga harus mendapatkan perawatan intensif akibat lima luka tusukan.

Merespons laporan tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Kota Baru bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku. 

Polisi berhasil mengamankan dua orang pria berinisial RG dan DH di wilayah Kecamatan Alam Barajo untuk diperiksa lebih lanjut.

Kapolsek Kota Baru Komisaris Helrawaty Siregar menyatakan bahwa pihaknya kini tengah mendalami motif di balik aksi penyerangan sadis tersebut. 

Petugas juga masih melakukan pengembangan untuk memastikan keterlibatan pihak lain dalam kasus pengeroyokan ini.

“Keduanya sudah kami amankan. Namun penyelidikan belum berhenti. Kami masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” jelas Komisaris Helrawaty Siregar dalam rilis resmi pada Selasa (28/4).

Hingga saat ini, satu orang terduga pelaku lainnya dilaporkan masih melarikan diri dan dalam pengejaran intensif aparat kepolisian. 

Pihak berwajib telah mengantongi identitas buron tersebut dan mengimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri.

Kondisi psikologis keluarga korban yang menyaksikan langsung pembunuhan tersebut menjadi atensi khusus bagi Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar. 

Kapolda telah memerintahkan Tim Psikologi Biro SDM Polda Jambi untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi istri dan anak korban.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan mental para saksi kunci, terutama anak balita yang mengalami trauma mendalam. 

Langkah pendampingan tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak psikologis jangka panjang akibat kejadian mengerikan yang mereka alami.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Kapolda Jambi memerintahkan Tim Psikologi segera memberi pendampingan trauma healing kepada keluarga korban, khususnya anak balita yang menyaksikan langsung kejadian tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji.

Kapolda Jambi mengingatkan masyarakat untuk selalu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap konflik sosial di lingkungan tempat tinggal. 

Masalah sekecil apapun diharapkan segera dimediasi agar tidak berkembang menjadi tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

“Kapolda Jambi menegaskan setiap permasalahan di lingkungan harus diselesaikan dengan baik dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Konflik kecil yang tidak diselesaikan dapat berkembang menjadi tindak kekerasan yang merugikan semua pihak,” tambah Kabid Humas.

Penyidik kepolisian saat ini masih terus mengumpulkan barang bukti tambahan untuk memperkuat berkas perkara para tersangka. 

Pihak keluarga korban berharap agar para pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatan keji yang telah mereka lakukan. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya